Jangan Diremehkan! Hindari 10+ Kesalahan dalam Menulis Artikel!
Kesalahan dalam menulis artikel ternyata masih sering dilakukan penulis berulang kali baik dengan sadar ataupun tanpa disadari. Jangan sampai kebiasaan buruk seperti ini terus berulang karena bisa mempengaruhi hasil artikel yang ditulis.
Memangnya, kesalahan apa saja yang sering terjadi dalam penulisan artikel? Apa yang harus dilakukan untuk menghindari kesalahan tersebut?
Penasaran, bukan? Yuk, langsung baca artikel ini hingga akhir untuk mengenal lebih detail beberapa kesalahan dalam menulis artikel yang sering dilakukan penulis dan cara menghindarinya!
Kesalahan dalam Menulis Artikel yang Harus Dihindari
Sebenarnya kesalahan dalam menulis artikel dapat dihindari dengan cara tertentu tergantung jenis kesalahan yang dilakukan. Nah, berikut ini beberapa jenis kesalahan yang masih sering dilakukan penulis artikel dan tips untuk menghindarinya!
1. Salah Ketik
Terkadang penulis terlalu cepat mengetik untuk menuangkan idenya, sehingga sangat besar kemungkinan bagi penulis melakukan typo atau salah ketik. Misalnya, salah menekan huruf, kekurangan atau kelebihan huruf, penempatan huruf yang tidak sesuai atau tertukar, dan lainnya.
Salah ketik dalam penulisan artikel bisa menyebabkan perbedaan makna kata, kalimat tidak enak dibaca, menurunkan kualitas artikel, dan lainnya. Jadi, sebaiknya Anda harus menghindari salah ketik atau typo ya! Bagaimana caranya?
Caranya dengan membaca kembali keseluruhan artikel yang sudah selesai dibuat. Namun, ingat beri jeda beberapa menit terlebih dahulu sebelum membaca ulang.
Cara lain yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan tools tertentu, seperti Google Document. Anda hanya perlu upload artikel di Google Document dan membukanya. Kata yang digaris bawah merah merupakan kata dengan kesalahan penulisan dan harus diperbaiki.
Selain itu, cara koreksi otomatis di Microsoft Word juga dapat dilakukan dengan pengaturan tertentu memakai Plugin Kamus Bahasa Indonesia. Terdapat juga berbagai tools lainnya yang dapat digunakan untuk menghindari salah ketik dalam penulisan.
2. Keyword Stuffing
Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam menulis? Salah satu hal yang harus diperhatikan dengan baik adalah keyword stuffing. Apa itu keyword stuffing dalam penulisan artikel?
Keyword stuffing adalah penggunaan keyword atau kata kunci yang berlebihan di dalam isi artikel. Dikutip dari Niagahoster, jumlah kata kunci utama atau keyword density sebaiknya jangan lebih dari 2% dari total kata dalam satu artikel. Idealnya keyword density sekitar 1-2% saja.
Misalnya, suatu artikel memiliki total jumlah kata 1000, maka sebaiknya jumlah kata kunci maksimal 20 keyword. Sebaiknya, jumlah keyword yang digunakan sekitar 10 – 20 kata saja.
Keyword stuffing harus dihindari dalam penulisan artikel karena dapat dianggap sebagai spam oleh mesin pencari. Kesalahan dalam menulis artikel seperti ini juga membuat kualitas artikel yang dihasilkan menurun bahkan bisa kehilangan ranking di mesin pencari.
Lalu, bagaimana cara menghindari keyword stuffing? Caranya tentu dengan memperhitungkan jumlah keyword dan total jumlah kata dalam satu artikel sebelum menulisnya. Setelah selesai menulis, Anda bisa kembali mengecek ulang jumlah keyword yang digunakan.
Selain itu, Anda juga bisa menggunakan bantuan plugin Yoast SEO di WordPress. Plugin ini akan memberikan informasi persentase keyword density di dalam artikel dan saran untuk memperbaikinya jika memang diperlukan.
3. Judul Artikel Tidak Menarik
Judul menjadi komponen utama yang dilihat oleh pembaca. Namun, terkadang masih ada penulis yang membuat judul tidak menarik dan kurang optimal. Misalnya, penggunaan kata kurang efektif, judul terlalu panjang/ pendek, dan pemilihan kata yang tidak menarik.
Kesalahan dalam menulis artikel seperti ini paling sering ditemukan dan diulangi oleh penulis. Salah satu faktor penyebabnya adalah kesulitan atau kehabisan ide untuk membuat judul yang menarik.
Anda sebenarnya bisa membuat judul artikel yang menarik dengan memperhatikan beberapa hal. Misalnya, coba gunakan angka, kalimat tanya, keyword spesifik, pakai hook yang membuat penasaran, dan lainnya. Pastikan untuk membuat judul yang tidak terlalu panjang ya!
4. Meta Deskripsi Kurang Menarik
Apa saja kesalahan dalam menulis? Salah satu kesalahan lainnya yang masih sering diremehkan penulis adalah membuat meta deskripsi yang kurang menarik. Padahal, meta deskripsi sangat penting untuk memberi tahu pembaca mengenai isi artikel secara keseluruhan.
Meta deskripsi juga dapat digunakan untuk memancing rasa penasaran pembaca untuk membuka artikel yang Anda tulis.
Bagaimana cara menulis meta deskripsi yang menarik? Pastikan untuk menulisnya secara singkat, jelas, dan padat. Selain itu, rangkai kata dengan tujuan membuat penasaran pembaca. Gunakan juga CTA agar pembaca membuka artikel dan membacanya hingga akhir.
5. Lupa Menulis Keyword di Meta Deskripsi dan Keterangan Gambar
Kesalahan dalam menulis artikel lainnya adalah lupa menuliskan keyword di meta deskripsi maupun keterangan gambar. Padahal penulisan keyword di meta deskripsi dan keterangan gambar sangat penting terlebih jika Anda menulis artikel SEO.
Ya, penempatan keyword di meta deskripsi maupun keterangan gambar akan membuat artikel lebih mudah terbaca oleh mesin pencari, bahkan memperbesar peluang artikel menjangkau lebih banyak user.
6. Tidak Menempatkan Keyword di Paragraf Pertama
Kesalahan dalam menulis artikel lainnya adalah lupa atau tidak menempatkan keyword di paragraf pertama. Padahal penempatan keyword di paragraf pertama atau bahkan di kalimat pertama artikel akan mempermudah artikel terbaca oleh mesin pencari, seperti Google.
Penempatan keyword di paragraf pertama artikel juga menjadi salah satu tips untuk optimasi SEO.
7. Tidak Memperhatikan Kualitas Artikel
Apa yang harus dihindari saat menulis? Pastinya Anda harus menghindari penulisan artikel yang tidak berkualitas. Jangan hanya asal menulis tanpa memperhatikan isi dan kualitas artikel yang dibuat. Ingat!
Artikel yang memiliki kualitas rendah tidak akan mendapat peringkat di mesin pencari dan tidak membuat user tertarik membacanya.
Kesalahan seperti ini dapat dihindari dengan cara mencari referensi hingga melakukan riset terlebih dahulu sebelum menentukan topik, keyword, hingga struktur artikel.
8. Isi Artikel Tidak Relevan
Anda ingin menjadi penulis profesional? Jika menginginkannya, maka pastikan untuk menghindari penulisan isi artikel yang tidak relevan dengan kata kunci maupun topik.
Selain itu, lebih baik membuat artikel yang relevan dengan kebutuhan user atau pastikan menulis sesuai dengan search intent.
Hindari juga isi artikel yang tidak relevan dengan judul ya. Terkadang ada penulis yang membuat judul terlihat menarik bahkan dilebih-lebihkan, tetapi isi artikelnya ternyata tidak relevan atau sesuai. Kesalahan seperti ini akan membuat citra website Anda turun.
9. Anchor Text Tidak Tepat
Pemilihan anchor text yang tidak tepat juga menjadi salah satu kesalahan dalam menulis artikel, terutama untuk jenis artikel SEO. Sebaiknya jangan gunakan kata “di sini”, “ini”, dan sejenisnya untuk digunakan sebagai anchor text yang disisipkan link.
Sebaliknya, pastikan untuk memilih dan menggunakan anchor text yang bernilai bagi pembaca.
10. Tidak Ada Related Link
Kesalahan dalam menulis artikel lainnya adalah tidak ada related link. Artinya, link internal atau eksternal yang disisipkan dalam artikel tidak dapat terbuka atau ditemukan. Penyebabnya dapat berupa kesalahan ketik url, link sudah dihapus, link sudah diganti, dan lainnya.
Kesalahan seperti ini dapat dihindari dengan mencoba klik anchor text berisi link yang sudah disematkan ketika artikel telah terbit.
11. Penggunaan Heading Tag Kurang Tepat
Hindari juga kesalahan dalam penggunaan heading tag untuk artikel. Kenapa? Kesalahan ini dapat membuat mesin pencari kebingungan untuk membaca dan memahami isi artikel. Pembaca juga bisa merasa kesulitan memahami isi artikel dengan struktur heading tag yang kacau.
Sebaiknya, gunakan heading dengan tepat untuk mengatur struktur isi artikel dengan tepat dan lebih nyaman dibaca serta dipahami.
Kesalahan dalam menulis artikel sangat beragam, mulai dari salah ketik, keyword stuffing pembuatan judul kurang menarik, isi artikel tidak relevan, hingga penggunaan tag yang kurang tepat. Setiap kesalahan tersebut dapat dihindari dengan melakukan tindakan yang tepat!