Uncategorized

4 Tempat Seru untuk Meningkatkan Literasi, Pernah Berkunjung?

Membaca merupakan akses menuju pengetahuan seperti yang dikatakan Dr. Seuss. Apabila kamu merasa jenuh belajar di rumah, boleh mengunjungi tempat yang mendukung kegiatan literasi sehingga semangat bertumbuh.

Literasi itu dapat melatih cara berpikir menjadi kritis, menyajikan ide secara terstruktur, dapat menulis, dan merealisasikan bacaan terhadap kehidupan. Artikel ini akan membantumu menemukan tempat belajar yang dapat meningkatkan literasimu.

Rekomendasi Tempat untuk Meningkatkan Literasi

Nah, untuk meningkatkan literasi perlu tempat yang mendukung kegiatan literasi. Berikut ini 4 tempat meningkatkan literasi yang perlu dikunjungi.

1. Perpustakaan

Perpustakaan dapat meningkatkan literasi karena ada akses luas ke sumber informasi yang kita inginkan, seperti adanya koleksi karya tulis, karya cetak, dan karya rekam yang dapat memenuhi kebutuhan pembelajaran. 

Biasanya ada juga ruang belajar yang menggunakan komputer sebagai pendukung perkembangan budaya literasi di era digital. Bahkan, kamu bisa mengerjakan tugas sekolah di tempat yang diperuntukkan untuk itu dengan teman-temanmu, lho. Menarik bukan?

Ada 9 jenis perpustakaan di Indonesia, yakni perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, badan perpustakaan daerah, perpustakaan umum, perpustakaan khusus, perpustakaan lembaga keagamaan, dan perpustakaan internasional.

Ada juga perpustakaan digital dan perpustakaan pribadi.

Kamu bisa mencoba mengunjungi salah satu perpustakaan di atas untuk melihat berbagai koleksi buku, menemukan suasana baru, dan mencoba hal baru supaya kamu santai untuk berliterasi.

2. Taman Literasi

Taman literasi merupakan ruang publik edukatif dan dirancang untuk meningkatkan kegiatan literasi. Kehadiran taman literasi membantu masyarakat untuk tetap produktif berliterasi, seperti membaca, menulis, dan belajar dengan didukung suasana yang nyaman.

Salah satu contoh taman literasi, yaitu taman literasi Martha Christina Tiahahu yang sudah berdiri sejak tahun 1948. Desain taman ini dibuat oleh M. Soesilo dan diresmikan tahun 1955.

Benefit yang akan kamu dapatkan saat mengunjungi taman literasi Martha Christina Tiahahu, yakni paviliun literasi selasar pandang Amphitheatre, taman bermain, healing garden bermanfaat menyegarkan pikiran setelah belajar, dan kolam teratai untuk menyegarkan mata.

3. Tempat Bersejarah

Indonesia ada karena sejarah. Jadi, setiap sejarah yang terjadi pasti memiliki objek peninggalan. Biasanya berupa lokasi, bangunan, properti yang penting untuk selalu diketahui dan diingat supaya tidak lupa.

Apabila mengunjungi tempat bersejarah, kita akan memahami sejarah terbentuknya Indonesia, kita akan mendapatkan ide tulisan dari tempat-tempat yang kita kunjungi karena ada pengetahuan baru yang kita dapatkan. 

Maka dari itu, mengunjungi tempat bersejarah akan menambah pengetahuan dan membantu kegiatan literasi. Misalnya, monumen nasional, candi-candi, istana, situs manusia purba, dan lain sebagainya.

4. Lokakarya Menulis

Lokakarya menulis biasanya bukan hanya berisi kegiatan menulis saja, melainkan juga berisi kegiatan berbagi ide, bercerita tentang kesusahan yang berhubungan dengan literasi dan akan dibahas bersama.

Akan ada pembimbing yang membantu peserta dengan tantangan yang dimiliki. Kegiatan ini sangat perlu diikuti supaya semakin banyak pengetahuan yang didapatkan dan membantu kemampuan berkomunikasi dan networking.

Lokakarya biasanya ada yang menggunakan pembayaran dan tanpa pembayaran. Walaupun ada pembayaran, tidak salah untuk menyisihkan uang saku untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diri sendiri.

Belajar Lebih Seru dengan Tempat Baru

Jika kamu bosan untuk belajar, cobalah ke luar rumah dan kunjungi tempat-tempat yang mendukung kegiatan belajarmu. Hal itu akan membuatmu lebih semangat untuk belajar karena suasana yang seru dan berbeda,

Bila kamu merasa tidak aman atau nyaman sendiri untuk berkunjung, kamu boleh datang bersama orang yang kamu percayai. Ingatlah bahwa tidak ada pengetahuan yang sia-sia sepanjang kamu masih ada di dunia ini.

Semakin sering kamu mengunjungi tempat meningkatkan literasi, semakin kritis pikiranmu, semakin banyak pengetahuanmu, dan semakin kamu mampu menyelesaikan permasalahan hidup.

Referensi

jdih.perpusnas.go.id/file_peraturan/UU_No._43_Tahun_2007_tentang_Perpustakaan_.pdf

deepublishstore.com/blog/insight/jenis-jenis-perpustakaan-di-indonesia/?srsltid=AfmBOoqFw8aLhFMaXd-J8BtiN-Jkhb–M7GOuppAQ4ewwutrZlUb-dKV

www.traveloka.com/id-id/explore/destination/taman-literasi-blok-m-acc/418156

kd-cibiru.upi.edu/index.php/daftar-kategori/kampus/taman-literasi-dan-taman-baca-sebagai-ruang-publik-edukatif-di-lingkungan-kampus-dalam-rangka-mewujudkan-sdgs-4-11

Penulis

Cindy May Siagian, pengarang fiksi dan penulis nonfiksi. Beberapa publikasi telah dimuat di berbagai redaksi. Ia menghadirkan tulisan yang menghibur dan memberi ruang refleksi bagi pembaca. Terhubung dan ikuti karyanya melalui akun Instagram @la_bel2e untuk menikmati ragam tulisannya.

Mega Dinda Larasati

Mega Dinda Larasati adalah seorang content writer profesional dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dalam content writing website maupun media sosial. Ia juga aktif sebagai advanced writer di beberapa agensi jasa penulis artikel. Kini, Mega Dinda juga membagikan tips menulis sebagai inisiator "Media Informasi Penulis" di Penapenulis.com dan Instagram @loker.penulis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *