Sharing

Cara Menjadi Freelance Writer: Dari Keinginan Jadi Kesiapan

Kamu tertarik jadi freelance writer, tapi masih sering dapat penolakan? Kalau iya, sepertinya kamu perlu lebih serius soal persiapan. Ini bukan soal teori, tapi refleksi dari metode dan cara menjadi freelance writer yang pernah aku terapkan.

Banyak calon freelance writer pemula, termasuk aku dulu, berpikir jika untuk berhasil hanya perlu modal nekat dan terus mencoba. Ini tidak sepenuhnya salah. Namun sayangnya, modal nekat itu sering tidak dibersamai dengan sebuah persiapan matang.

Akhirnya banyak calon penulis handal yang mundur karena satu kegagalan. Aku sangat menyayangkan hal ini, karena sebetulnya perlu satu langkah jitu untuk kembali bangkit. Jadi kali ini aku akan share bagaimana cara bangkit itu pakai satu modal niat.

Modal Nekat Bisa Jadi Jebakan

Sebelum aku buka trik dan cara menjadi freelance writer yang pernah aku pakai, aku mau cerita sedikit soal bagaimana modal nekat bisa jadi jebakan. Banyak yang bilang, “Pakai modal nekat saja dulu, siapa tahu berhasil”.

Sebetulnya cara itu juga kerap jadi jalan, aku pun sering mengalaminya. Namun kalau aku tarik ke belakang, salah satu modal nekatku justru jadi jebakan. Waktu itu aku hanya remaja yang suka nulis dan baca apa pun, termasuk artikel blog.

Suka, tertarik, dan akhirnya sebuah lowongan kerja online penulis lepas aku temukan. Waktu itu aku yang suka menulis, sempat merasa di atas awan dan merasa pasti berhasil dalam sekali coba.

Aku mulai melamar tepat setelah lulus SMK, membuat tulisan yang hanya terlintas di kepala, dan ujungnya aku gagal. Tulisanku tidak dapat respon dan aku tidak bisa masuk ke agensi tersebut sebagai freelance writer. Kegagalan ini yang akhirnya membuatku lebih fokus ke hal lain.

Titik Balik Menjemput Kesempatan dengan Kesiapan

Soal titik balik ini, nyatanya berkaitan dengan kebutuhan. Dua tahun setelah penolakan itu, aku merasa sangat perlu pekerjaan yang bisa aku kerjakan dari mana saja. Menjadi freelance writer kembali terbesit di pikiran.

Akhirnya aku mulai mencari cara menjadi freelance writer agar tidak ada kegagalan kedua. Kali ini modalku bukan lagi nekat, tapi sebuah tamparan kebutuhan yang akhirnya menjadikan niatku lebih bulat.

Setelah beberapa waktu mencari, ada lowongan freelance penulis artikel yang aku temukan. Aku mulai buat satu artikel dengan baik, menerapkan sedikit ilmu SEO dari blog yang aku baca, serta cek berkali-kali untuk hasil yang lebih maksimal.

Apakah tulisanku waktu itu sempurna? Tentu tidak, tapi di baliknya ada niat besar yang sudah aku beri pondasi kesiapan. Kali ini aku sudah menyiapkan diri untuk penolakan lainnya, tapi ternyata aku diterima.

Lucunya, tempat yang menerimaku sebagai freelance writer ini adalah tempat yang sama menjadi sumber kegagalanku dua tahun lalu. Jadi semua ini bukan soal siapa dan dimana, tapi soal apa yang aku bawa sebagai persiapan dan kesungguhan.

Cara Menjadi Freelance Writer yang Dilirik Editor

Jadi kalau harus aku rangkum dari ceritaku sendiri, cara menjadi freelance writer sebetulnya bukan soal kesukaan dan modal nekat saja. Untuk menjadi freelance writer juga perlu amunisi berupa tulisan yang dibuat dengan matang. Tidak perlu 100, hanya perlu 1 yang sungguh-sungguh.

Berawal dari pengalaman itu, akhirnya sudah 5 tahun aku berkecimpung di bidang ini sebagai penulis. Lalu dari perjalanan tersebut, satu hal yang bisa aku ambil sebagai pelajaran. Tulisan kita akan menemukan tempatnya asal kita mau menaruh niat dan kesungguhan di dalamnya.

Penulis:

Novia Nur Aliftiani, penulis dan editor yang telah menghabiskan 5 tahun terakhir berkolaborasi dengan agensi, media online, hingga kreator konten. Baginya, teknologi adalah alat riset, sementara rasa tetap menjadi kompas utama dalam melahirkan narasi organik yang tulus. Yuk, kenalan lebih dekat di Instagram @novia.vii__!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *