Persoalan yang Terjadi dalam Dunia Kepenulisan Saat ini
Pasti kamu sudah mendengar bahwa Indonesia saat ini sedang dalam kondisi darurat literasi? Tetapi bukan hanya dunia membaca saja yang sedang mengalami darurat literasi, melainkan banyak persoalan yang terjadi dalam dunia kepenulisan saat ini.
Survei yang dilakukan GoodStat sejak Januari hingga Februari 2025 menunjukkan hanya satu dari lima orang yang rutin membaca buku setiap hari. Hmm…dapat dibayangkan berapa banyak orang Indonesia yang suka membaca?
Padahal mengutip dalam laman Geotimes.id, dalam London Book Fair 2019, Indonesia merupakan negara paling produktif di ASEAN. Artinya, tidak kurang 30.000 judul buku diterbitkan setiap tahunnya.
Lalu kenapa minat baca masyarakat kita rendah? Padahal jumlah buku yang diterbitkan cukup besar. Dikutip dalam Geotimes.id, inisiator Pustaka Bergerak, Nirwan Ahmad Arsuka menyatakan, “Minat baca masyarakat tinggi sekali jika disodorkan buku-buku yang sesuai”.
Selain itu, Roy Waluyo yang berprofesi sebagai seorang dosen menambahkan bahwa mencerdaskan negeri dan menumbuhkan budaya membaca seharusnya diimbangi dengan tulisan yang berkualitas.
Dua pendapat di atas memperlihatkan bahwa dunia kepenulisan di Indonesia saat ini sedang menghadapi beberapa persoalan yang mempengaruhi kualitas tulisan.
Persoalan yang Mempengaruhi Kualitas Tulisan di Indonesia
Ada beberapa faktor yang terjadi saat ini yang mempengaruhi kualitas tulisan di Indonesia, yaitu:
1. Maraknya Plagiarisme
Di dalam dunia kepenulisan, plagiarisme merupakan tindakan pelanggaran yang cukup serius, karena bisa dibilang mencuri ide orang. Mencuri ide sudah pasti merupakan sebuah hal yang melanggar etika dari seorang penulis.
Banyak faktor yang menyebabkan seorang penulis melakukan plagiarisme antara lain mudahnya untuk mengakses internet, rendahnya minat baca dan timbulnya sifat malas.
2. Penggunaan AI (Artificial Intelligence)
Selain plagiarisme yang marak, penggunaan AI saat ini juga cukup tinggi. Beberapa sumber mengatakan bahwa penggunaan AI merupakan suatu tantangan dan peluang dalam dunia kepenulisan.
Sebenarnya apabila penggunaan AI ini disertai dengan aturan yang jelas serta etika yang baik, maka tidak menutup kemungkinan bahwa AI akan memberikan manfaat dan menjadi alat bantu dalam penulisan.
3. Hanya Mengandalkan Kelas Menulis
Saat ini banyak kelas kepenulisan, baik berbayar maupun free alias gratis yang bermunculan. Tak jarang hal tersebut menyebabkan banyak calon penulis yang pada akhirnya hanya mengandalkan kelas ini untuk mengeluarkan sebuah karya dalam waktu singkat.
Padahal menjadi seorang penulis yang baik bukan hanya mengandalkan kemampuan menulis saja. Seorang penulis juga dituntut untuk menguasai kemampuan membaca yang baik, kemampuan melakukan riset dan berpikir kreatif.
Ada beberapa hal yang bisa melengkapi skill menulis kita disamping mengikuti kelas menulis, seperti perbanyak membaca literatur serta mulai membangun rutinitas dan disiplin waktu dalam menulis.
4. Maraknya Novel Porno atau Erotis
Beberapa platform online yang digunakan untuk menampung novel online dari para penulis malah berisikan novel porno dan erotis Tujuan para penulis tersebut, tentu saja agar banyak pembaca yang tertarik dan membaca karya mereka.
Hal tersebut tentu saja merusak dunia kepenulisan dan akan berdampak panjang kedepannya. Terutama bagi generasi muda yang membaca karya tersebut.
Apa yang Dapat Kita Lakukan?
Persoalan yang terjadi di dunia kepenulisan saat ini memang tidak dapat langsung diatasi dalam waktu singkat. Namun, sebagai penulis, kita tetap bisa mengupayakan berbagai cara untuk mengatasinya. Tentu saja cara ini dilakukan mulai dari diri kita sendiri.
Apa yang bisa kita lakukan?
- Menjunjung tinggi etika penulisan dengan tidak melakukan plagiarisme karya penulis lainnya.
- Tidak menggunakan AI berlebihan dalam penulisan karya.
- Mengusahakan tulisan yang berkualitas dan fokus memberikan manfaat.
Sudah waktunya sebagai seorang penulis, kita tidak asal mengeluarkan karya saja, melainkan jadikan tulisan kita sebagai sumber informasi yang akan memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Referensi
selfpublishing.com/how-to-become-an-author/
radarmetro.disway.id/read/191/dampak-pornoliterasi-bagi-generasi-muda
rri.co.id/wawancara/702988/meskipun-negara-berkembang-indonesia-masih-darurat-buku-bermutu
unusa.ac.id/2025/03/27/dampak-ai-terhadap-penulisan-ancaman-atau-peluang/
duniadosen.com/kasus-plagiarisme/
goodstats.id/article/perpus-tertinggi-dunia-namun-minat-baca-rendah-rPe7F#google_vignette
geotimes.id/opini/tulisan-tidak-berkualitas-akar-rendahnya-minat-baca
penerbitkolofon.com/20-tips-yang-harus-dilakukan-untuk-menjadi-penulis-profesional/
Penulis
Swastiti. Saya seseorang yang menyukai membaca, menulis dan traveling. Saya dapat ditemui di akun IG : @swastiti_123
