Contoh Pola Kalimat dan Tiga Cara Tepat Menentukannya
Kalimat bukan sekadar rangkaian kata, melainkan dapat membangun makna yang tersusun rapi dari unsur-unsur tertentu. Kalimat dapat mudah dipahami jika pola pembentuknya tersusun dengan baik.
Mulai dari susunan sederhana berupa subjek dan predikat hingga pola yang lebih kompleks dengan tambahan objek, pelengkap, dan keterangan. Setiap struktur memiliki peran penting dalam menyampaikan ide secara jelas.
Artikel ini akan menuntunmu memahami berbagai contoh pola kalimat sehingga kamu bisa merangkai kata dengan tepat. Baik dalam tulisan maupun lisan.
Contoh-contoh Pola Kalimat
Saya akan mengenalkan contoh pola kalimat mulai dari dua unsur hingga kelima unsur. Pahami baik-baik, ya!
1. Kalimat dengan Pola Subjek dan Predikat (S-P)
Nah, seperti yang sudah saya beritahukan bahwa subjek dan predikat merupakan unsur wajib dalam kalimat. Hal tersebut karena subjek dan predikatlah yang menjadi dasar dari sebuah kalimat. Jika tidak ada subjek dan predikat, suatu kalimat itu tidak utuh.
Contoh pola kalimat berpola S P:
- Kapibara (s) sangat imut (p kata sifat)
- Prabowo Subianto (s) presiden (p kata benda berupa status atau jabatan)
- Pohon akasia (s) tumbang (p kata kerja dasar)
- Pohon akasia (s) ditumbangkan (p kata kerja berimbuhan)
- Pohon akasia (s) merupakan (p kopula).
2. Kalimat dengan Pola Subjek, Predikat, dan Objek (S-P-O)
Kalimat yang sekadar terdiri dengan tiga komponen pembentuk. Setiap komponen yang ada memiliki peran masing-masing untuk membentuk suatu kalimat. Di bawah ini contoh-contohnya:
- Rosa (s) memakan (p) rendang (o)
- Kapibara (s) disenggol (p) mobil (o)
- Mobil (s) dinyalakan (p) Rosa (o).
3. Kalimat dengan Pola Subjek, Predikat, dan Pelengkap (S-P-Pel)
Kalimat yang secara gramatikal disusun dengan tiga komponen, yakni subjek, predikat dan pelengkap. Simak contoh-contohnya:
- Matahari (s) merupakan (p) bintang yang paling dekat dengan bumi (pel)
- Mahout (s) adalah (p) istilah para pawang atau perawat gajah (pel)
- Manusia (s) ialah (p) orang (pel).
4. Kalimat dengan Pola Subjek, Predikat, dan Keterangan (S-P-K)
Suatu kalimat yang secara struktural hanya tersusun dari tiga komponen. Berfungsi sebagai unsur pembentuk tanpa adanya tambahan komponen lain. Telaah contoh-contohnya yang tertera di bawah ini:
- Tesso (s) mandi (p) di sungai (k tempat)
- Anisa (s) dipulangkan (p) pukul 08.00 (k waktu)
- Pagi hari (k waktu) pawang ular (s) meninggal (p).
5. Kalimat dengan Pola Subjek, Predikat, dan Objek serta Pelengkap (S-P-O-Pel)
Kalimat yang terdiri atas empat komponen pembentuk. Setiap komponen memiliki peran masing-masing untuk membentuk suatu kalimat. Contoh-contohnya sebagai berikut ini:
- Purbaya Yudhi Sadewa (s) Menteri (p) Keuangan Indonesia (pel)
- Induk angsa (s) mengajarkan (p) anaknya (o) berenang (pel)
- Pak mahout (s) membawakan (p) Domang (o) tebu (pel).
6. Kalimat dengan Pola Subjek, Predikat, dan Objek serta Pelengkap Ditambah Keterangan (S-P-O-Pel-K)
Kalimat yang dibentuk oleh lima komponen. Subjek sebagai pelaku, predikat sebagai tindakan, objek sebagai sasaran, dan pelengkap sebagai penambah informasi dari unsur sebelumnya serta keterangan sebagai penjelas tambahan.
Untuk memperjelas konsep ini, beberapa contoh kalimat dengan susunan lengkap akan ditampilkan berikut ini:
- Gajah Nisa (s) membawakan (p) gajah Erin (o) tebu (pel) saat sore hari (k waktu)
- Lisa (s) diberikan (p) Sergio (o) bunga (pel) di taman (k tempat)
- Pukul 19.00 (k waktu) fungsionaris adat (s) didatangi (p) polisi (o) militer (pel).
Di atas telah saya buatkan sejumlah contoh pola kalimat yang dimulai dari unsur-unsur wajib, yakni subjek dan predikat, kemudian hingga mencakup susunan yang lebih kompleks berupa subjek, predikat, objek, dan pelengkap serta keterangan.
Kamu dapat mencoba menuliskan ataupun melisankan kalimat sesuai dengan unsur-unsur tersebut agar lebih memahami strukturnya. Pada bagian akhir, saya akan memperkenalkan kepadamu langkah-langkah untuk menentukan pola kalimat secara tepat.
Bagaimana Cara Menentukan Pola Kalimat?
Seperti yang sudah kita bahas bahwa pola kalimat memiliki unsur-unsur S P O Pel K dengan unsur-unsur itulah kita dapat menentukan pola suatu kalimat. Kamu harus menyimak bagian ini supaya bisa menentukan komponen-komponennya.
1. Tentukan Predikat
Loh, kenapa harus predikat dulu yang dicari? Kenapa tidak subjek? Saya langsung memberikan contohnya. Misalnya, “saat itu dia memakan ayam goreng”. Jika menentukan subjek lebih dulu, kata “saat itu dia” pasti dimasukkan ke subjek padahal bukan.
Nah, makanya predikat yang harus ditentukan terlebih dahulu supaya tidak salah menentukan subjek.
2. Tentukan Subjek
Kamu jangan bingung saat kamu dimintai menemukan subjek pada suatu kalimat. Kamu tinggal buat pertanyaan “apa atau siapa” yang dituju oleh predikat. Misalnya kalimat “saat itu dia memakan ayam goreng” tinggal buat saja siapa yang sedang makan.
Langsung ketemu jawabannya. Orang yang sedang makan, ya Nisa.
3. Tentukan Setelah Predikat Unsur Apa Lagi
Setelah predikat tidak melulu harus objek. Bisa saja pelengkap atau keterangan. Predikat itu dapat menentukan unsur apa selanjutnya. Jika predikatnya imbuhan me atau di dan bisa diaktif pasifkan, setelah predikat pasti objek.
Jika predikat berimbuhan selain me dan di, tidak bisa diaktif pasifkan, dan predikatnya kopula setelahnya pelengkap. Nah, terakhir setelah predikat pasti keterangan, jika dilanjutkan keterangan waktu atau preposisi.
Ingat unsur keterangan dapat berada di awal atau akhir kalimat.
Pahami dan Praktikkan: Pola Kalimat dalam Tulisan dan Lisan
Memahami pola kalimat bukan hanya soal teori, melainkan juga keterampilan dasar yang akan memperkuat kemampuan menulis dan berbicara. Selain itu, mengenali susunan unsur-unsur kalimat dapat membuatmu merangkai kalimat dengan jelas.
Latihan menyusun berbagai pola kalimat akan membuatmu lebih terampil dalam menyampaikan ide, baik secara tertulis maupun lisan. Jadi, kuasailah pola kalimat ini sebagai fondasi agar setiap gagasan yang kamu sampaikan dapat diterima dengan tepat dan efektif.
Referensi
www.impactly.id/blog/pola-kalimat-bahasa-indonesia/
Penulis
Cindy May Siagian, pengarang fiksi dan penulis nonfiksi. Beberapa karyanya telah dimuat di berbagai redaksi. Ia menghadirkan tulisan yang menghibur dan memberi ruang refleksi bagi pembaca. Terhubung dan ikuti karyanya melalui akun Instagram @la_bel2e untuk menikmati ragam tulisannya.
