Ketika Masa Depan Bertemu Masa Lalu: Menulis Hibrida Science Fantasy
Kamu sudah pernah bertanya ke depan bersama sci-fi speculative, dan bertanya ke belakang bersama fantasy speculative. Tapi, ada satu pertanyaan yang lebih menantang dari keduanya, “Bagaimana jika science berpadu dengan fantasy?”
Bayangkan sebuah kota yang diterangi lampu listrik dan juga mantra sihir, di mana dewan teknokrat berdebat tentang kebijakan, sementara tradisi leluhur masih mengatur siapa yang boleh menikah dan siapa yang tidak. Di sini, masa depan dan masa lalu tidak berakhir, mereka menikah dan melahirkan hibrida persilangan yang tidak umum.
Itulah dunia hibrida science fantasy, genre paling bebas sekaligus paling menantang yang pernah ada dalam ranah speculative fiction.
Apa Itu Hibrida Science Fantasy?
Hibrida science fantasy adalah genre spekulatif yang menjahit dua kain yang tampak berlawanan, logika sains dan misteri sihir, atau lebih tepatnya, teknologi masa depan dan tradisi masa lalu. Dia tidak harus memilih salah satu, justru kekuatannya terletak pada ketegangan di antara keduanya.
Jika sci-fi speculative bertanya, “Apa konsekuensi dari kemajuan?” Sementara fantasy speculative bertanya, “Apa kebenaran yang tersembunyi di balik sejarah?”
Maka science fantasy akan bertanya lebih jauh, “Apa jadinya jika kemajuan itu tidak pernah melampaui masa lalu, melainkan harus berdampingan dengannya?”
Serial animasi Arcane (2021) dari alam semesta League of Legends adalah contoh paling sempurna dari genre ini. Ia membangun dua kota yang dipisahkan oleh teknologi dan kelas sosial, di mana satu pihak mengejar kemajuan ilmiah, sementara pihak lain terjebak dalam kemiskinan dan budaya yang sulit untuk dilepas. Hasilnya adalah konflik yang terasa seperti prediksi, daripada fiksi belaka.
Mengapa Genre Ini Begitu Kuat?
Hibrida science fantasy memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki genre lain, yaitu ia bisa berbicara tentang masa kini dengan menyamarkannya sebagai masa depan dan masa lalu.
Teknologi canggih terasa lebih menakutkan ketika berdampingan dengan sistem magis atau kasta dan juga doktrin keagamaan yang konservatif.
Seri Star Wars (1977 – ) adalah contoh paling ikonik, sebuah alam semesta dengan kapal ruang angkasa dan senjata laser, tetapi juga diatur oleh tatanan ksatria yang bersifat heroik dan mistis. Ia terasa seperti epik abad pertengahan yang terjadi di masa depan.
Sedangkan film Cloud Atlas (2012) pergi lebih dalam lagi, ia merentangkan enam garis waktu sekaligus, dari masa lalu hingga masa depan yang jauh, dan menunjukkan bahwa penindasan serta perlawanan adalah siklus yang tidak kenal era. Bukan kebetulan bahwa jiwa yang sama bisa muncul berulang kali, karena itulah inti spekulatifnya.
Masa lalu selalu menjadi bayang-bayang masa depan.
Cara Menulis Hibrida Science Fantasy
Sama seperti dua artikel sebelumnya tentang Sci-Fi Speculative dan Fantasy Speculative, fondasi genre ini juga berpusat pada tiga hal. Menemukan ide besar, membangun dunia yang konsisten, dan mengeksekusinya melalui dunia cerita yang hidup.
1. Temukan “Big Hybrid Question” Sebagai Kompas
Setiap hibrida science fantasy yang kuat lahir dari satu pertanyaan yang memadukan dua sisi sekaligus. Misalnya, “Bagaimana jika teknologi berhasil menciptakan keabadian, tapi masyarakat masih memperlakukan perempuan seperti budak dari abad ke-17?” Atau, “Bagaimana jika teknologi sains justru menjadi mesin terbaik untuk menyalurkan energi magis?”
Pertanyaan-pertanyaan itu adalah kompas yang menjaga agar ceritamu tidak jatuh ke salah satu sisi saja. Ketika kamu tergoda untuk membuat duniamu terlalu futuristis atau terlalu arkais, kembali ke pertanyaan itulah kamu harus berlabuh. Dari sini, konflik, hierarki, dan tema utama harus tumbuh secara organik.
2. Bangun Dunia di Mana Progresif dan Konservatif Saling Bergesek
Kesalahan paling umum dalam science fantasy adalah memperlakukan teknologi dan tradisi sebagai dua hal yang saling menggantikan. Padahal, ketegangan terbesar justru muncul ketika keduanya harus hidup berdampingan, dan tidak ada yang mau mengalah.
Di Arcane, kemajuan teknologi Hextech di Piltover tidak otomatis membebaskan warga Undercity/Zaun dari kemiskinan dan diskriminasi, justru ia menciptakan jurang yang lebih dalam.
Inilah logika paling realistis dari science fantasy, teknologi mempercepat segalanya, termasuk ketidakadilan yang sudah ada.
Tanyakan pada dirimu saat membangun duniamu, “Siapa yang paling diuntungkan kemajuan ini? Siapa yang paling dirugikan? Dan tradisi apa yang paling keras menolak untuk berubah?”
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan membentuk peta duniamu yang kamu bangun, menghasilkan plot terbaikmu, dan memberikan konflik dan emosi yang kamu dan juga pembaca butuhkan.
3. Karakter adalah Jembatan Antara Dua Dunia
Di dalam hibrida science fantasy, karakter terbaikmu adalah mereka yang berdiri tepat di persimpangan dua dunia itu. Mereka yang lahir dari dunia “sains” tapi terpaksa hidup di tengah “fantasi”, atau sebaliknya,
Jinx di Arcane adalah contoh yang manusiawi dari hal ini. Ia adalah anak Undercity/Zaun yang mengadopsi teknologi Hex dari Piltover sebagai senjata pribadinya, tetapi luka batinnya sepenuhnya berakar dari sistem sosial dan keluarga yang hancur oleh jurang kelas antar dua kota.
Teknologinya canggih, tapi traumanya sepenuhnya manusiawi, dan tak lekang oleh waktu.
Gunakan karaktermu sebagai lensa untuk menyampaikan kontradiksi duniamu, bukan sekadar sebagai agen plot. Ketika pembaca merasakan dilemanya, mereka tidak lagi hanya membaca tentang dunia fiksimu, mereka sedang merefleksikan dunia mereka sendiri.
Hibrida yang Paling Jujur Tentang Manusia
Hibrida science fantasy adalah genre paling spekulatif dari mayoritas genre fiksi, bukan karena ia paling jauh dari realitas, melainkan karena ia paling dekat. Ia meminjam ketakutan atas masa depan dan nostalgia tentang masa lalu, lalu meletakkannya dalam satu ruang yang sama.
Banyak yang menyebut Alkimia adalah anak dari hibrida genre science-fantasy ini.
Riset sejarah, mitologi, dan perkembangan teknologi tetap penting sebagai fondasi, tetapi ingat iceberg theory, hanya 10% yang perlu tampil di halaman, sisanya ada untuk membuatmu menulis dengan keyakinan penuh.
Mulailah dari satu pertanyaan yang membuatmu tidak bisa memilih antara ke depan atau ke belakang, dan biarkan ceritamu menjadi jawabannya. Karena pada akhirnya, masa depan terbaik selalu berakar pada keberanian untuk memahami masa lalu.
Selamat menulis!
Referensi:
www.dabblewriter.com/articles/science-fantasy
www.campfirewriting.com/learn/science-fantasy
thequilltolive.com/2020/05/26/the-best-of-science-fantasy/
Penulis
Moch. Dicky Akbar adalah seorang pencerita yang melihat dunia melalui lensa unik, perpaduan antara visual yang tajam dan narasi yang mendalam. Ia telah membuktikan konsistensinya di dunia literasi dengan novel pertamanya, RESONANSI (2024).
Perjalanan kreatifnya dilatar belakangi kala ia melanjutkan studi di bidang Film dan Televisi, pendidikan ini secara signifikan memengaruhi gaya penulisannya, yang kental dengan prosa liris, atmosfer sinematik, dan struktur cerita yang terperinci.
Pembaca yang ingin mengikuti perjalanan atau berinteraksi langsung dengan penulis dapat menemukannya di Wattpad, GWP (Gramedia Writing Project) dan Instagram dengan satu username yang seragam: @dickyackbar.
