Ruang Literasi

5 Tokoh Literasi Indonesia Masa Kini yang Menghidupkan Budaya Membaca

Di antara hiruk pikuk media sosial, muncul sosok-sosok pemberani yang mendedikasikan diri untuk bangsa sebagai penggerak budaya membaca dan menulis. Mereka adalah tokoh literasi Indonesia yang hadir sebagai sahabat yang menemani kita melalui layar ponsel.

Mereka bergerak bukan untuk mencari citra positif demi kepentingan pribadi, melainkan  untuk menghidupkan literasi. Ingin tahu siapa saja para mereka? Silakan baca sampai akhir artikel ini supaya kamu lebih dekat dengan mereka.

Siapa saja Tokoh Literasi Indonesia?

Tokoh literasi Indonesia lahir dari berbagai kalangan, seperti pendidik, sastrawan, dan penggiat komunitas membaca dan menulis. Mereka mendedikasikan diri untuk menumbuhkan minat membaca, menulis, dan mengembangkan budaya pengetahuan.

Di era serba teknologi ini, para figur ini tidak hanya aktif di media sosial saja, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk menggelorakan kegiatan literasi di tengah masyarakat.

1. Najwa Shihab – Jurnalis

Siapa yang tak mengenal Najwa Shihab? Figur perempuan cerdas yang lahir di Makassar pada 16 September 1977. Kariernya sebagai jurnalis semakin dikenal lewat program Mata Najwa yang tayang perdana pada 2009.

Di sela-sela tugasnya sebagai seorang jurnalis yang kerap tampil di layar televisi, ia menyempatkan diri untuk menggelorakan masyarakat umum supaya mampu berpikir kritis. 

Tahun 2016, ia dipercaya oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sebagai Duta Baca Indonesia mulai dari tahun 2016 hingga tahun 2020.

Menurut Najwa Shihab, literasi memiliki makna yang lebih luas dari sekadar membaca. Literasi merupakan kemampuan seseorang untuk bernalar, memproses, dan memahami informasi secara kritis.

Meskipun masa pengabdiannya sebagai Duta Baca telah berakhir, ia tetap giat mengkampanyekan budaya membaca lewat unggahan di akun media sosial pribadinya.

2. Gol A Gong –  Sastrawan 

Heri Hendrayana Harris kerap disapa dengan sebutan Gol A Gong. Ia disahkan sebagai Duta Baca Indonesia oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan masa pengabdian lima tahun (2021-2025).

Ia dikenal sebagai sastrawan produktif yang konsisten menerapkan budaya membaca dan menulis di berbagai daerah dan komunitas yang dibentuknya. Beliau juga menjalankan 12 kunjungan literasi ke 12 negara. 

Bentuk dedikasinya bagi masyarakat Indonesia ditunjukkan melalui akun media sosial yang dimiliki. Salah satunya adalah Instagram dengan pengikut sekitar 32, 9 ribu.  Selain itu, di akun tersebut, ia sering berbagi tips menulis dan kelas menulis.

Meskipun jabatan menjadi Duta Baca Nasional telah berakhir, beliau tetap aktif berbagi tips menulis di akun Instagram miliknya. Bahkan beliau mendirikan sebuah redaksi bernama GolAGongKreatif.

Di redaksi tersebut, ia memberi ruang untuk penulis dari berbagai kalangan supaya mengirimkan tulisan dengan imbalan mendapatkan honor apabila tulisan lolos kurasi. Media ini dibuka sejak tahun 2021. 

Kisah hidupnya semakin menginspirasi karena meski kehilangan tangan kiri semangatnya untuk menggerakkan berbagi pengetahuan tak pernah padam.

3. Andrea Hirata – Penulis

Siapa yang pernah membaca novel Laskar Pelangi? Atau siapa yang pernah menonton film Laskar Pelangi? Sudah tahu siapa penulisnya? Ya, Andrea Hirata.

Andrea Hirata Saman Said Harun lahir di Bangkai Belitung pada 24 Oktober 1967. Ia disibukkan dengan kegiatan menulis dan menjadi pembicara dalam berbagai acara yang berhubungan dengan dunia sastra. 

Beliau mendirikan museum kata yang terletak di Jalan Raya Laskar Pelangi No.7, Gantong, Belitung Timur. Sebagai perwujudan dari suasana yang disajikan di novel Laskar Pelangi.

Andrea Hirata bukan hanya penulis novel best seller, melainkan juga sebagai agen yang membawa perubahan melalui media sosial untuk memperkenalkan dan menyebarkan budaya literasi di Indonesia. 

Melalui akun Instagram, Youtube, dan akun X miliknya, ia mengkampanyekan program membaca, menuli, dan konten-konten edukatif. Ia berhasil menjangkau khalayak yang lebih luas dan menginspirasi generasi baru supaya giat membaca dan menulis.

4. Maudy Ayunda – Artis 

Siapa yang tidak mengenal Maudy Ayunda? Maudy Ayunda adalah artis muda yang sangat berbakat. Ia lulusan Universitas Oxford dan Universitas Stanford. Tidak perlu ditanyakan lagi seberapa dalam ilmu yang dimilikinya.

Ternyata, selain menjadi artis, Maudy Ayunda mengabdi sebagai tokoh literasi dan pendidikan terkemuka di Indonesia yang mengkombinasikan prestasi akademik dengan kecintaan membaca dan menulis.

Penulis buku yang berjudul Dear Tomorrow ini aktif menginspirasi dan memotivasi para generasi muda melalui literasi, kampanye pendidikan, dan aktif menyuarakan isu-isu sosial. Bahkan ia menjadi role model bagi generasi muda untuk mengutamakan pendidikan.

Ia sering menyambangi sekolah-sekolah untuk membudayakan literasi dengan cara membacakan buku cerita kepada anak-anak dan menjadi guru bagi mereka. Pengabdiannya ia bagikan lewat media sosial yang dimiliki.

5. Dewi Lestari – Penyanyi

Dewi Lestari yang memiliki nama pena Dee Lestari lahir 20 Januari 1967 di Bandung, Jawa Barat. Ia aktif mengikuti di kegiatan vokal grup, paduan suara, dan band sekolah. Ia pernah menjadi anggota grup vokal Highlight Voices dan paduan suara Glorify Ensemble.

Di sela-sela pekerjaannya sebagai penyanyi, Dee Lestari aktif sebagai penulis terutama melalui penerbitan buku atau novel dan adaptasi ke serial Netflix seperti Rapijali, Perahu Kertas, dan Aroma Karsa.

Ia juga aktif di media sosial untuk berinteraksi dengan para pembaca dan berbagi kabar terbarunya tentang karya dan kehidupan pribadinya.

Media Sosial sebagai Jembatan Pengetahuan: Tokoh Literasi Indonesia dan Masyarakat Umum

Para tokoh literasi Indonesia membuktikan bahwa semangat membaca, menulis, dan mengembangkan pemikiran kritis dapat berkembang di era digital.   

Melalui media sosial masing-masing, mereka menjembatani jarak antara buku dan membaca, buku dan menulis, dan antara gagasan dan masyarakat.

Pengabdian yang dilakukan para tokoh literasi Indonesia dapat menginspirasi para masyarakat umum supaya tergerak untuk menerapkan kegiatan literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi

lib.ub.ac.id/berita/siapa-saja-tokoh-inspiratif-yang-menjadi-duta-baca-indonesia/

blog.mizanstore.com/sosok-kartini-dalam-dunia-literasi/

www.gramedia.com/literasi/inspiratif-adalah/

www.gramedia.com/best-seller/fakta-dan-biografi-maudy-ayunda/

Penulis

Cindy May Siagian, pengarang fiksi dan penulis nonfiksi. Beberapa publikasi telah dimuat di berbagai redaksi. Ia menghadirkan tulisan yang menghibur dan memberi ruang refleksi bagi pembaca. Terhubung dan ikuti karyanya melalui akun Instagram @la_bel2e untuk menikmati ragam tulisannya.

Kawan Pena Penulis

Tempat bagi para penulis pemula maupun berpengalaman belajar bersama dan meningkatkan kemampuan menulis. Yuk, kita belajar menulis bersama dan berbagi inspirasi melalui kata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *