Sebelum 17 Tahun, Impian Asbun Jadi Kenyataan
Sekitar delapan atau sembilan tahun lalu, saat aku masih SMP, aku pernah tertawa bersama seorang teman di depan kelas karena kami baru saja asbun soal mimpi launching buku yang akan dihadiri banyak orang. Kemudian kami akan bicara di depan semua orang yang hadir sambil menandatangani karya sendiri. Kami tertawa karena sadar mimpi kami ketinggian, tapi juga yakin tidak ada yang mustahil.
Di hari pemotretan untuk album tahunan sekolah, semua murid membawa properti fotonya masing-masing. Dan kalian tahu apa yang aku bawa? Yups! Sebuah papan karton bertuliskan “Calon Penulis Muda”. Dengan percaya diri, aku membawa properti itu untuk berfoto. Ini bukti bahwa aku yakin tulisan itu suatu hari akan terwujud.
Beberapa tahun kemudian, saat usiaku belum genap tujuh belas tahun, karyaku di Wattpad dipinang penerbit. Hanya penerbit indie, tapi itu cukup untuk membuatku takjub karena ucapanku ternyata didengar semesta dan Tuhan mengabulkannya. Bukan hanya itu. Teman yang aku ajak asbun di depan kelas juga menerbitkan novel pertamanya. Mimpi itu benar-benar terwujud!
Awal tahun 2021, saat masa pandemi covid dan setelah novel pertamaku terbit, aku juga diberi kesempatan menjadi pemateri seminar kepenulisan online. Aku benar-benar menandatangani novel karyaku sendiri yang meski waktu itu hanya terjual 5 eksemplar (kalau tidak salah), tapi sudah terkirim sampai ke penjuru Nusantara. Sampai ke Jayapura! Alhamdulillah … hadza min fadhli Rabbi.
Di delapan tahun perjalanan menulisku ini, aku sudah menerbitkan tiga buku. Dan setiap kali menengok ke belakang, aku ingat sesuatu. Aku manusia biasa yang hobi asbun. Selalu bilang ingin menerbitkan buku di usia tujuh belas tahun dan Tuhanku mengabulkannya. Bukan tanpa alasan, melainkan karena aku yakin pada diri sendiri dan juga pada kuasa-Nya. Kalau kata Raim Laode, “Mimpi itu gratis, maka ambillah yang paling mahal!”
Penulis
N. Azizah (Zee). Instagram: @kuzikuziii. Aku penulis yang pernah menjadi editor untuk karyaku sendiri, “Gadis Bersenjata” yang terbit di tahun 2025. Setelah menulis belasan judul buku, tujuanku masih sama. Menulis dari hati untuk jadi abadi.
