Creative Writing

Teknik World Building: Panduan Membangun Dunia Fiksi yang Hidup

Pernah tersesat di dunia yang kamu ciptakan sendiri? Masih ingat pertama kali membaca atau menonton Harry Potter dan merasa Hogwarts benar-benar ada? Atau saat menonton Avatar dan ingin tinggal di Pandora? Aku pernah antusias membuat dunia baru, tetapi berakhir dengan ribuan catatan yang tak pernah menjadi cerita utuh. Baru setelah memahami teknik world building yang tepat, imajinasi berubah menjadi narasi yang menarik.

Apa itu World Building?

World building adalah proses merancang dunia fiksi tempat cerita berlangsung. Bukan sekadar peta, tetapi ekosistem lengkap yang hidup.

Brandon Sanderson menyatakan bahwa teknik world building yang baik menciptakan fondasi tempat karakter dan konflik untuk berkembang secara natural.

Ini mencakup geografi, budaya, sejarah, sistem pemerintahan, hingga aturan magic atau teknologi.

Jenis Populer Teknik World Building

Jenis-jenis world building bervariasi tergantung pada pendekatan dan genre dari ceritanya, dengan fokus pada elemen inti seperti geografi, budaya, magic, dan politik. Berikut adalah tiga jenis yang populer dalam literatur modern, dan semuanya tetap bertujuan untuk membuat narasi terasa meyakinkan dan otentik bagi pembaca.

  • Real-World Fantasy menempatkan elemen fantasi dalam dunia nyata. Seperti cerita Percy Jackson karya Rick Riordan, menghadirkan dewa Yunani di New York modern. Pendekatan ini membuat pembaca familier dengan latar dasar, sehingga penulis bisa fokus membangun elemen fantasi yang unik.
  • Second-World Fantasy menciptakan dunia baru dari nol. The Lord of The Rings karya Tolkien dengan Middle-Earth menjadi standar emas kategori ini. A Song of Ice and Fire karya George R.R. Martin membangun Westeros dengan detail politik, sejarah, dan geografi yang rumit. Pendekatan ini memberi kebebasan penuh, namun membutuhkan konsistensi tinggi.
  • Hybrid Fantasy menggabungkan kedua pendekatan. The Chronicles of Narnia karya C.S. Lewis dan Harry Potter karya J.K. Rowling, memulai dari dunia nyata, lalu membawa pembaca ke dimensi lain. Teknik ini menciptakan kontras menarik dan memungkinkan karakter mengalami culture shock yang dramatis.

Filosofi Iceberg Theory

Meskipun tidak sepenuhnya disebut sebagai Iceberg Theory melainkan Theory of Omission, atau Teori Kelalaian. Ernest Hemingway percaya kalau penulis harus menghilangkan detail yang diketahuinya sebagai penulis, dari pembaca yang murni mencerna cerita baru.

Sehingga, makna yang lebih mendalam pun bisa terlahir secara implisit, dengan melibatkan pembaca terhadap pencarian kebenaran dalam dunia cerita yang baru.

  • Hemingway menyatakan bahwa cerita yang kuat akan menyembunyikan 90% informasi di bawah permukaan. Hanya 10% yang terlihat, namun 90% lainnya tetap terasa hidup dan menjadi fondasi yang kokoh untuk 10% tampil.
  • Ketika menulis tentang kerajaan, kamu harus tahu sistem perdagangan dan sejarah dinasti, meski tidak semua muncul dalam narasi.
  • Infodump adalah kesalahan fatal, sisipkan detail natural melalui dialog atau tindakan karakter.

Elemen Penting Teknik World Building

Untuk menciptakan sebuah dunia dengan ekosistem dengan gir-gir yang saling menggerakkan satu dengan lainnya, lantas apa saja elemen-elemen esensial yang kita perlukan untuk menghasilkan sebuah dunia?

1. Geografi dan Iklim

Lanskap menentukan cara hidup masyarakat. Gurun menciptakan budaya nomaden, hutan lebat melahirkan pemburu, tanah subur mengukuhkan petani. Dalam Dune karya Frank Herbert, planet Arrakis yang gersang membentuk seluruh konflik, spice yang langka menjadi pusat kekuasaan. Pertimbangkan cuaca, musim, dan bencana alam untuk menciptakan tantangan unik.

2. Sistem Politik dan Kekuasaan

Siapa yang memerintah? Bagaimana mereka mendapat kekuasaan? Monarki, republik, atau kediktatoran magis, semuanya menciptakan konflik yang berbeda. The Hunger Games karya Suzanne Collins membangun sistem distrik yang menindas, struktur kekuasaan Capitol menjadi antagonis utama. Konflik politik sering menjadi penggerak plot paling menarik.

3. Sejarah dan Mitologi

Perang kuno, kejatuhan kerajaan, atau bencana besar menciptakan trauma kolektif yang masih terasa di masa kini. Dalam The Broken Earth karya N.K. Jemisin, sejarah penindasan Orogene menjadi fondasi konflik ras. Buatlah lini masa besar untuk menjaga konsistensi kronologis.

4. Budaya dan Kepercayaan

Agama, tradisi, dan ritual membentuk identitas masyarakat. Bagaimana mereka merayakan kelahiran atau memandang kematian? Bagaimana sistem keimanan mempengaruhi gaya hidup mereka? American Gods karya Neil Gaiman membangun dunia di mana kepercayaan memberi kekuatan pada para dewa. Detail kultural membuat dunia terasa hidup dan berbeda.

5. Sistem Magic atau Teknologi

Buat aturan jelas. Siapa yang bisa menggunakannya? Apa batasannya? Apa konsekuensinya? Brandon Sanderson dalam Mistborn menciptakan Allomancy dengan aturan ketat, penggunaan menelan logam untuk kekuatan spesifik. Untuk sci-fi, tentukan teknologi dan cara kerjanya, seperti fisika realistis di The Expense karya James S.A. Corey dan Ty Franck.

Teknik Menyampaikan World Building

Sering kali, kita memiliki konsep cerita yang apik, plot yang menarik, alur yang unik, karakter yang berkembang, hingga dunia yang paten. Namun, yang sering terjadi adalah, kita terlalu terfokus pada penyampaian dunia, dan lupa untuk menceritakan isi dunianya.

Lantas, berikut adalah tiga teknik esensial untuk menceritakan isi duniamu.

1 Show, Don’t Tell

Tunjukkan pasar sepi dengan pedagang putus asa, bukan jelaskan “kerajaan sedang miskin”.

Dialog menjadi senjata efektif untuk menyampaikan informasi tanpa terasa seperti narator memberi pembelajaran. Tunjukkan, jangan beri tahu, ajak pembaca untuk menyuap, bukan disuapi.

2. Gunakan Sudut Pandang Karakter

Karakter baru seperti Harry Potter yang baru masuk Hogwarts akan memberi alasan natural untuk menjelaskan aturan, mereka bertanya, pembaca belajar.

Hindari tokoh yang menjelaskan hal umum kepada tokoh lain yang seharusnya sudah tahu.

3. Detail Sensoris

Jangan terbatas pada audio dan visual. Bagaimana bau pasar di pelabuhan? Tekstur kain magis? Rasa makanan khas?

Anton Chekhov menyatakan untuk menunjukkan bulan melalui kilauan kaca pecah, bukan menyatakan “bulan bersinar”.

Pilih dua sampai tiga indra dominan per adegan untuk menciptakan atmosfer yang kuar dan otentik.

Kesalahan Fatal yang Harus Dihindari

Membangun dunia tanpa cerita adalah jebakan terbesar. Teknik world building adalah alat untuk menceritakan kisah, bukan tujuan akhir. Mulailah menulis meski dunia belum sempurna, banyak detail yang bisa dikembangkan sambil menulis.

Inkonsistensi aturan membuat pembaca kehilangan kepercayaan. Jika magic menguras energi, karakter tidak boleh tiba-tiba menggunakan kekuatannya tanpa batas saat klimaks. Buat “rule card” sederhana untuk sistem penting, catat aturan, batasan, dan konsekuensi.

Meniru tanpa inovasi menciptakan dunia generik. Elf, dwarf, dan naga sudah terlalu sering digunakan tanpa twist baru. Juga menggunakan elemen familier, beri sentuhan unik. Bagaimana jika elf adalah pemburu monster brutal?

Studi Kasus Novel Terkenal

The Lord of the Rings menciptakan bahasa lengkap (Elvish, Dwarvish) dan sejarah ribuan tahun Middle-Earth. Sebagian besar detail disembunyikan dalam apendiks atau lagu, pembaca merasa kedalaman tanpa dibebani infodump. Kuncinya adalah konsistensi, setiap nama, keputusan, dan konflik berakar pada sejarah yang telah dibangun cermat.

Harry Potter membangun dunia wizard tersembunyi dengan aturan magic yang jelas. Unforgivable Curses, Trace untuk underage magic, dan batasan time-turner. J.K. Rowling juga menciptakan olahraga Quidditch, mata uang Galleon, Sickle, Knut, dan sistem pemerintahan Ministry of Magic yang terasa nyata.

Tips Praktis Memulai

Mulailah dengan pertanyaan “What if?”. Bagaimana jika gravitasi lebih rendah? Bagaimana jika Indonesia tidak pernah dijajah? Satu pertanyaan bisa memicu ide unik.

Buat dokumen terpisah untuk mencatat setiap pertanyaan dan detail jawaban, untuk mengorganisir informasi.

Riset dunia nyata untuk inspirasi, sejarah Viking, Romawi, atau Samurai bisa menjadi fondasi budaya fiksimu.

Kesimpulan

Teknik world building bukan tentang dunia yang rumit, tetapi latar yang mendukung cerita dan membuat pembaca percaya.

Ingat prinsip iceberg, bangun 100%, tunjukkan 10%, kukuhkan 90%. Konsistensi lebih penting daripada kompleksitas.

Mulailah dengan elemen yang paling menarik bagimu. Biarkan antusiasme memandu proses kreatif.

Sekarang, saatnya membangun duniamu sendiri. Tanyakan “Dunia seperti apa yang ingin kamu ciptakan?”

World Building adalah perjalanan panjang, namun saat pembaca tidak ingin meninggalkan duniamu, semua usaha berarti terbayar.

Selamat membangun dunia fiksi yang hidup. Selamat menulis!

Referensi:

www.dabblewriter.com/articles/worldbuilding-guide

www.studiobinder.com/blog/what-is-world-building/

jerryjenkins.com/worldbuilding/

kingdompen.org/how-to-start-worldbuilding-forcomplete-beginners/

writingcooperative.com/a-guide-for-successful-world-building-in-fiction-d2dacbf95d93

Brandon Sanderson – Sanderson’s Laws of Magic & BYU Lecture Series on World Building

Ernest Hemingway – “The Art of the Short Story” – Iceberg Theory

Anton Chekhov – Letter to Alexander Chekhov (1886) – Show Don’t Tell Principle

Penulis

Moch. Dicky Akbar adalah seorang pencerita yang melihat dunia melalui lensa unik, perpaduan antara visual yang tajam dan narasi yang mendalam. Ia telah membuktikan konsistensinya di dunia literasi dengan novel pertamanya, RESONANSI (2024).

Perjalanan kreatifnya dilatar belakangi kala ia melanjutkan studi di bidang Film dan Televisi, pendidikan ini secara signifikan memengaruhi gaya penulisannya, yang kental dengan prosa liris, atmosfer sinematik, dan struktur cerita yang terperinci.

Pembaca yang ingin mengikuti perjalanan atau berinteraksi langsung dengan penulis dapat menemukannya di Wattpad, GWP (Gramedia Writing Project) dan Instagram dengan satu username yang seragam: @dickyackbar.

Kawan Pena Penulis

Tempat bagi para penulis pemula maupun berpengalaman belajar bersama dan meningkatkan kemampuan menulis. Yuk, kita belajar menulis bersama dan berbagi inspirasi melalui kata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *