Mengenal Surat Pribadi: Pengertian, Struktur, Pembeda, Beserta Contohnya
Aku yakin, kamu sudah sering menemukan ataupun mengirimkan surat dalam berkomunikasi dengan orang lain. Namun, tahukah kamu, surat ternyata memiliki beberapa jenis tergantung pada tujuan penulisannya.
Pada artikel ini, kita akan berkenalan dengan salah satu jenis surat, yaitu surat pribadi. Mulai dari pengertian, struktur, pembeda, dan contohnya akan kita bahas tuntas.
Apa yang Dimaksud dengan Surat Pribadi?
Surat personal atau pribadi merupakan salah satu jenis surat yang ditulis dengan tujuan keperluan personal. Sering kali dibuat atas maksud pribadi dan ditujukan untuk orang lain.
Berbeda dengan surat formal, surat yang satu ini tidak memiliki aturan baku dan tidak menggunakan struktur tertentu. Apa yang tidak ada dalam surat personal? Bagian yang tidak ada seperti kop dan nomor surat, hal, serta lampiran.
Selain itu, bahasa yang digunakan cenderung santai dan disesuaikan dengan orang dituju.
Perbedaan Surat Pribadi dengan Diari dan Senandika
Meski sepintas mirip dengan diari dan senandika, nyatanya surat personal ini memiliki beberapa perbedaan.
1. Apa Perbedaan Surat Pribadi dan Diari?
Secara keseluruhan, setidaknya ada tiga poin yang sangat membedakan keduanya, yaitu:
- Penerima. Surat yang bersifat personal ini ditujukan kepada orang lain, baik itu teman, keluarga, atau sahabat. Sementara, diari adalah tulisan yang dibuat khusus untuk diri sendiri.
- Tujuan. Sebagaimana surat pada umumnya, surat personal dibuat untuk berkomunikasi, menyampaikan pesan, dan bertukar kabar. Tujuan penulisan diari sangatlah beragam, tergantung kehendak penulisnya. Biasanya, tulisan ini dikhususkan untuk mencatat pemikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi tanpa perlu ditunjukan kepada orang lain.
- Sifat. Meski keduanya berstatus personal, akan tetapi diari bersifat sangat pribadi dan rahasia.
Agar lebih memahami perbedaannya, kamu bisa melihat contoh berikut:
- Surat Personal : Surat yang kamu tulis untuk sahabatmu yang berisi tentang cerita pengalaman selama berlibur di Papua.
- Diari : Catatan harian tentang kegiatanmu di Biak hari ini, termasuk perasaan dan renungan pribadi.
2. Apa Perbedaan Surat Pribadi dan Senandika?
Perbedaan kedua jenis tulisan ini sebenarnya sangat kelihatan dari pengertiannya.
Surat personal merupakan bentuk komunikasi tertulis untuk saling berbagi informasi ataupun perasaan kepada orang lain.
Sedangkan, senandika adalah monolog internal yang berisikan penuturan batin seseorang terhadap dirinya sendiri, bukan orang lain.
Berikut pembahasan lebih detail tentang perbedaan keduanya.
- Tujuan. Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, surat pribadi digunakan untuk keperluan personal, seperti berkirim kabar kepada teman, sahabat, ataupun keluarga. Sementara, senandika dibuat untuk menuturkan perasaan sang penulis.
- Penerima. Surat non-formal ini ditujukan kepada individu tertentu yang memiliki hubungan personal dengan pengirimnya. Berbeda dengan senandika yang tidak memiliki tujuan eksternal, sang penulis berbicara atau berpikir untuk dirinya sendiri.
- Isi. Isi dari sebuah surat dapat berupa pesan, informasi, atau pertanyaan yang ditujukan kepada penerima. Senandika berisi ekspresi pemikiran, perasaan, atau dilema batin yang penulis rasakan.
Seperti Apa Struktur Surat Pribadi?
Mengenal surat personal belum afdol jika kita belum berkenalan dengan cara penyusunannya. Struktur surat pribadi apa saja? Yuk kita bahas!
1. Tempat dan Tanggal Penulisan
Pada surat personal, tempat dan tanggal penulisan adalah hal pertama yang dapat kamu jumpai. Umumnya terletak pada pojok kanan atas surat.
Contoh: Biak, 03 Oktober 2025
2. Nama Penerima dan Alamat Tujuan
Saat menulis surat, nama penerima dan alamat tujuan perlu kamu cantumkan pada amplopnya agar mempermudah proses pengiriman. Namun, kamu juga bisa menuliskannya dalam surat, tepat di bawah tempat dan tanggal penulisan.
Contoh:
Teruntuk Kakakku, Zahra
Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur
3. Salam Pembuka
Salam pembuka ini dapat berupa sapaan personal yang disesuaikan dengan keakraban atau kebiasaan.
Contoh:
Hai Zahra!
4. Paragraf Pembuka
Paragraf ini dapat berisi penanyaan kabar ataupun harapan penulis terhadap orang yang dituju. Alasan mengapa surat ditulis juga dapat disertakan pada bagian ini.
Contoh:
Bagaimana kabarmu? Sudah lama aku tidak menanyakan itu, bahkan tatkala menelpon sekalipun. Bagaimana tahun ketigamu di kuliah? Aku dengar, tahun ini kau kembali menjadi panitia ospek. Pasti banyak yang harus kau lakukan sekarang.
Sebenarnya, ada hal yang sudah lama aku pendam darimu. Aku sangat ingin memberitahukannya. Hanya saja, aku terlalu malu untuk mengucapkannya secara langsung, makanya aku menulis surat ini.
5. Paragraf Isi
Ini merupakan inti dan bagian yang paling panjang dari sebuah surat.
Contoh:
Sejujurnya, aku rindu dengan dirimu. Sejak berpisah kota beberapa tahun lalu, aku menahan segala rasa ini. Entah rasa kangen terhadapmu, ataupun perjamuan keluarga kita yang tak lagi lengkap.
Seluruh kerinduan itu sudah kusisip dalam puisi dan cerpen karyaku. Aku yakin, kau pasti sudah membacanya di media sosial. Kau tahu, aku juga diam-diam membaca cerita yang kau posting di Medium. Cerita tersebut membuatku sadar, kau juga menahan rindu.
Andai kata diberi kesempatan, aku sangat ingin terbang ke kotamu. Setidaknya untuk menghabiskan waktu bersama di Perpustakaan Nasional. Namun, Ummi hanya membiarkanku pergi jika hari wisudahmu tiba. Jadi, aku masih harus menunggu.
6. Paragraf Penutup
Paragraf ini bertujuan untuk mengakhiri dan menutup surat. Bisa juga berisi harapan ataupun doa yang diberikan kepada sang penerima.
Contoh:
Mungkin, cukup sekian surat ini kutulis. Tolong jangan goda aku karena surat ini! Aku terlalu malu, Zahra. Semoga kita bisa cepat ketemu yah!
7. Identitas Pengirim
Sama dengan tempat dan tanggal, identitas penulis juga umumnya ditulis pada bagian kanan surat. Biasanya, identitas ini disertai pula dengan tanda tangan, meskipun bersifat opsional.
Contoh:
Dari adikmu,
Zaski.
Bagaimana Cara Membuat Surat Pribadi?
Agar mempermudah kamu dalam menulis sebuah surat personal, berikut ini aku rangkumkan beberapa tips menulis surat yang bisa kamu terapkan.
1. Buat Tujuan yang Jelas
Sebelum mulai menulis, kamu perlu memikirkan terlebih dahulu tujuan pembuatan surat tersebut. Hal ini meliputi siapa yang akan dikirimkan dan pesan apa yang akan disampaikan.
2. Sesuaikan Gaya Bahasa
Karena sifatnya yang tidak formal, maka kamu memiliki kebebasan dalam menentukan gaya bahasa. Hanya saja, kamu perlu melakukan penyesuaian dengan orang yang dituju.
3. Sampaikan Secara Runtut
Meski tidak ada aturan pasti yang mengikat, kamu tetap perlu memperhatikan cara penyusunan pesan suratmu. Sampaikanlah intinya secara jelas dan runtut agar mudah dipahami.
Contoh Surat Pribadi
Di Penghujung Bulan September 2025,
Untuk Ayah, yang Kini Hanya Bisa Kusapa Lewat Doa
Hai, Yah!
Apa kabar di sana? Aku sering berharap masih bisa menanyakan itu langsung padamu, tapi waktu sudah terlalu jauh membawa kita.
Masih banyak hal yang belum sempat aku ceritakan tentang hari-hariku yang kadang berat, tentang mimpi-mimpiku yang perlahan mulai jadi nyata, dan tentang rindu yang tak pernah benar-benar hilang.
Dulu aku jarang bicara padamu. Aku kira waktu kita akan panjang, jadi aku menunda banyak hal baik itu ucapan terima kasih, permintaan maaf, dan pelukan yang tak pernah sempat kuberikan.
Sekarang setiap kali aku merasa lelah, aku selalu membayangkan duduk di sebelahmu, mengingat-ingat kembali nasihatmu yang sederhana, atau sekadar diam menatap foto-foto bersamamu.
Ayah, aku harap di sana kamu bahagia, dan tahu bahwa anakmu ini masih terus belajar kuat dengan semua cinta dan keteguhan yang dulu kamu tanamkan.
Surat ini mungkin takkan sampai, tapi semoga doaku menjangkau hatimu. Terima kasih sudah jadi rumah yang pertama kali mengajariku arti pulang. Aku rindu, Yah. Selalu.
Tertanda,
Anakmu yang masih mencoba baik-baik saja.
Itu dia pembahasan kita tentang surat pribadi. Gimana menurutmu, mudah dipahami bukan? Ngomong-ngomong soal surat, Pena Penulis lagi ngadain event menulis bareng surat dan puisi. Untuk informasi lebih lengkapnya, kamu bisa akses di sini.
