Creative Writing

Strategi Hero’s Journey: Formula Penulisan Novel Terlaris

Pernahkah kamu merasa plot ceritamu “macet” di tengah jalan? Karakter utama terasa datar dan alurnya tidak menentu. Sebagai penulis, kita pernah berada di fase frustrasi ini. Kita punya ide cemerlang, tapi susah mengembangkannya menjadi cerita utuh.

Solusinya bukan mencari ide baru, tapi menemukan struktur yang tepat. Salah satu formula paling ampuh di dunia sastra adalah Hero’s Journey. Konsep ini memastikan ceritamu memiliki emosi, konflik, dan resolusi yang memuaskan.

Apa itu Hero’s Journey dan kenapa wajib kamu kuasai? Mari kita pelajari bersama!

Apa itu Hero’s Journey?

Hero’s Journey atau Monomyth adalah pola narasi universal yang ditemukan oleh Joseph Campbell dalam bentuk 17 tahap. Di dalam bukunya The Hero with a Thousand Faces, ia mengungkap kesamaan plot di cerita-cerita kuno. Kemudian disederhanakan oleh Christopher Vogler menjadi 12 tahap.

Intinya, hampir semua cerita epik mengikuti pola yang sama. Seorang pahlawan meninggalkan dunianya yang nyaman, menghadapi tantangan, lalu kembali sebagai orang yang berubah.

Struktur ini bersifat fleksibel dan bisa dipakai untuk cerita apa saja. Mulai dari fantasi epik, hingga roman drama modern.

3 Tahap Utama dalam Struktur Hero’s Journey

Meski banyak variasi yang berkembang, inti dari Hero’s Journey terbagi menjadi tiga babak besar. Berbeda dengan struktur tiga babak klasik ala Aristoteles atau Syd Field (abad 20an), Hero’s Journey ini memiliki tiga pilar yang lebih memudahkan menyusun kerangka novel yang sedikit lebih kompleks dari struktur tiga babak.

Kemudian kita akan membedah 12 tahap versi Vogler di dalam setiap babak ini.

Babak I. Departure (Pemisahan): Awal Petualangan

Tahap pertama adalah ketika sang pahlawan meninggalkan zona nyamannya. Di sini, status quo dihancurkan oleh sebuah insiden. Mereka melangkah melewati ambang batas menuju dunia yang tidak diketahui.

1. The Ordinary World (Dunia Biasa)

Kita diperkenalkan pada kehidupan pahlawan sebelum petualangan dimulai. Tujuannya agar pembaca merasa relate dengan kondisi awalnya.

Harry Potter: Hidup menyedihkan di lemari bawah tangga keluarga Dursley, di-bully sepupunya.

Star Wars: Luke Skywalker adalah petani muda di planet gurun Tatooine yang bosan dan tidak punya masa depan.

2. The Call to Adventure (Panggilan Petualangan)

Insiden terjadi yang mengganggu ketenangan pahlawan. Sebuah masalah muncul dan menuntut mereka untuk bertindak keluar.

Harry Potter: Surat-surat penerimaan dari Hogwarts yang membanjiri rumah keluarga Dursley tapi dihancurkan.

Star Wars: Luke menemukan pesan rahasia Putri Leia di dalam robot R2-D2 yang meminta bantuan Obi-Wan.

3. Refusal of the Call (Penolakan Panggilan)

Pahlawan merasa takut, ragu, atau tidak siap. Mereka mencoba menghindari tanggung jawab karena zona nyaman lebih aman.

Harry Potter: Awalnya Harry ragu, merasa dirinya biasa saja dan tidak istimewa layaknya penyihir lain.

Star Wars: Luke menolak pergi dengan Obi-Wan karena harus membantu paman dan bibinya.

4. Meeting the Mentor (Bertamu Mentor)

Pahlawan bertemu sosok bijak yang memberikan nasihat, alat, atau kepercayaan diri. Mentor mempersiapkan mereka untuk melangkah.

Harry Potter: Hagrid muncul, memecahkan pintu gubuk, dan memberitahu kebenaran, “Harry, kamu penyihir”.

Star Wars: Obi-Wan Kenobi memberi lightsaber dan mengajarkan tentang Force kepada Luke Skywalker.

5. Crossing the Threshold (Melintasi Ambang Batas)

Pahlawan meninggalkan dunia lamanya dan memasuki dunia baru yang penuh ketidakpastian. Tidak ada jalan untuk kembali.

Harry Potter: Menembus dinding Platform 9 3/4 di stasiun Kings Cross dan naik Hogwarts Express menuju sekolah sihir.

Star Wars: Luke meninggalkan Tatooine menuju luar angkasa setelah menemukan rumah bibinya dibakar oleh Stormtroopers.

Babak II. Initiation (Inisiasi): Ujian Terberat

Ini adalah inti dari ceritamu. Pahlawan memasuki dunia asing yang penuh bahaya dan keajaiban sekaligus.

Mereka akan bertemu sekutu dan musuh. Namun, puncaknya adalah ketika pahlawan menghadapi kematian (secara fisik ataupun metaforis). Jika mereka berhasil melewati ujian maut ini, mereka mendapatkan “Hadiah”. Hadiah ini bisa berupa objek fisik, pengetahuan batin, atau dalam bentuk lainnya.

6. Tests, Allies, Enemies( Ujian, Sekutu, Musuh)

Pahlawan menjelajahi dunia baru, bertemu teman dan lawan. Mereka mulai memahami aturan main di dunia asing tersebut.

Harry Potter: Bertemu Ron dan Hermione (sekutu), menghadapi Draco Malfoy (musuh), dan mengikuti kelas sulit.

Star Wars: Bertemu Han Solo dan Chewbacca (sekutu), menghadapi Jabba the Hutt, serta bertarung di Mos Eisley.

7. Approach to the Inmost Cave (Mendekati Gua Terdalam)

Pahlawan dan sekutu menuju tempat yang paling berbahaya. Mereka bersiap menghadapi tantangan terbesar atau kematian.

Harry Potter: Melewati Fluffy (anjing berkepala tiga) dan menuruni jebakan berbahaya di bawah sekolah.

Star Wars: Menyusup masuk ke Death Star untuk menyelamatkan Putri Leia, menghindari para Stormtrooper.

8. The Ordeal (Penderitaan Ujian)

Momen puncak ketegangan. Pahlawan menghadapi kematian (nyata atau simbolis) dan harus bertahan hidup demi misinya.

Harry Potter: Permainan sihir hidup di mana Harry harus mengorbankan diri agar teman-temannya bisa menang.

Star Wars: Luke dan teman-teman terjebak di tempat sampah, serta saat Obi-Wan tewas dibunuh Darth Vader.

9. The Reward (Hadiah)

Pahlawan berhasil bertahan dari ujian maut. Mereka mendapatkan obyek penting atau kekuatan baru yang mereka cari.

Harry Potter: Harry mendapatkan Batu Bertuah (Philosopher’s Stone) karena murni hatinya, bukan karena kekuatan jahat.

Star Wars: Luke berhasil menyelamatkan Putri Leia, mendapatkan rencana Death Star, dan keluar hidup-hidup.

10. The Road Back (Jalan Kembali)

Pahlawan harus kembali ke dunia biasa, tapi bahaya masih mengintip. Mereka mengejar tujuan terakhir meski risikonya besar.

Harry Potter: Harry harus melarikan diri dari Quirrell/Voldemort yang mencoba merebut batu tersebut darinya.

Star Wars: Para pahlawan melarikan diri dari Death Star yang mengejar mereka dengan TIE Fighters.

11. The Resurrection (Kebangkitan)

Ujian terakhir dan terbesar. Pahlawan diuji sekali lagi, kali ini murni tentang transformasi dan pembersihan dosa lama.

Harry Potter: Pertarungan terakhir di mana cinta ibunya (sihir perlindungan) membakar Quirrell dan mengalahkan Voldemort.

Star Wars: Luke mematikan komputer targeting-nya dan mempercayai Force untuk menembakkan torpedo penghancur Death Star.

Babak III. Return (Kembali): Transformasi Sejati

Petualangan belum selesai hanya dengan menang. Pahlawan harus kembali ke dunia asalnya dengan membawa “Elixir” atau obat penyembuh (harfiah maupun metaforis). Saat tiba di rumah atau tempat asal, pahlawan telah berubah total. Dunia asalnya mungkin tampak sama, tapi sang pahlawan sudah berbeda.

12. Return with the Elixir (Kembali dengan Elixir)

Pahlawan pulang dengan pelajaran, harta, atau obat penyembuh. Dunia mereka kini jauh lebih baik berkat keberanian mereka.

Harry Potter: Kembali ke stasiun Kings Cross, bukan lagi bocah tertindas tapi pahlawan penyihir yang punya keluarga baru.

Star Wars: Luke menerima medali kehormatan di upacara kemenangan; kejahatan Galactic Empire berhasil dikalahkan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari 

Mau langsung coba menerapkan struktur Hero’s Journey dalam ceritamu? Pastikan hindari kesalahan umum di bawah ini, ya!

  • Terlalu Kaku (Rigid): Menjadikan 12 tahap ini sebagai “checklist” wajib yang harus diisi persis urutannya. Ini membuat cerita terasa terkekang dan dipaksakan.
  • Lupa Arc Karakter: Terlalu fokus pada alur cerita (plot) sehingga melupakan perubahan batin (internal change) pahlawan. Cerita jadi kosong tanpa emosi.
  • Mengabaikan Mentor: Menjadikan mentor hanya alat eksposisi (info dump) yang menjelaskan dunia lalu menghilang. Mentor harus memiliki hubungan emosional.
  • Terburu-buru di Awal: Melewatkan “The Ordinary World” karena ingin langsung ke aksi. Pembaca jadi tidak peduli saat pahlawan menghadapi bahaya.
  • Elixir Tidak Jelas: Pahlawan kembali ke dunia nyaman tanpa membawa perubahan apa pun. Dunia akhir sama saja dengan dunia awal, membuat petualangan sia-sia.

Tips Penggunaan Hero’s Journey Secara Optimal 

Kalau masih bingung, coba aja terapkan beberapa tips di bawah ini:

  • Gunakan Sebagai Peta, Bukan Rel Kereta: Jadikan struktur ini panduan arah umum. Kamu boleh menukar urutan tahapan, melewati yang tidak perlu, atau menggabungkannya.
  • Fokus pada “The Why“: Di setiap tahapan, tanyakan “Mengapa?” Mengapa pahlawan menolak panggilan? Mengapa dia kembali? Jawaban emosional ini lebih penting daripada kejadian fisiknya.
  • Buat “Ordeal” Sangat Pribadi: Ujian terbesar (Ordeal) harus menyerang ketakutan atau kelemahan terbesar pahlawan. Bukan hanya melawan monster, tapi melawan traumanya sendiri.
  • Subversi Ekspektasi: Sesekali langgar aturan. Misalnya, Mentor ternyata pengkhianat, atau Pahlawan memilih untuk tidak kembali ke dunia lamanya.
  • Perkuat Pengalaman: Pastikan pengalaman pahlawan terasa nyata (Experience). Gunakan detail spesifik agar pembaca percaya pada perjalanan tersebut.

Struktur Hanyalah Alat, Mulailah Menulis Hari Ini 

Menulis novel atau jenis cerita lain adalah perjalanan yang panjang dan butuh strategi. Hero’s Journey memberikan fondasi yang kuat agar ceritamu berkesan, kredibel, dan memuaskan untuk dibaca. Namun, bukan berarti menggunakan struktur menjadikanmu terbelenggu dalam struktur yang ketat, kamu tetap bisa fleksibel dan beradaptasi sesuai dengan kebutuhan ceritamu sendiri.

Dengan menggabungkan struktur klasik, menghindari kesalahan umum, dan imajinasi unikmu. Maka, karyamu akan berdiri kokoh, dan mungkin kamu akan menjadi J.K. Rowling (Harry Potter) atau George Lucas (Star Wars) yang lainnya. Semoga petualangan kreasimu sukses.

Selamat menulis!

Referensi:

studioantelope.com/heros-journey/

www.masterclass.com/articles/writing-101-what-is-the-heros-journey

www.studiobinder.com/blog/joseph-campbells-heros-journey/

www.movieoutline.com/articles/the-hero-journey-mythic-structure-of-joseph-campbell-monomyth.html

www.writingmastery.com/blog/what-is-the-hero-s-journey-how-to-structure-your-novel-in-12-steps

Campbell, Joseph. The Hero with a Thousand Faces. 1949.

Vogler, Christopher. The Writer’s Journey: Mythic Structure For Writers. 2007

Penulis:

Moch. Dicky Akbar adalah seorang pencerita yang melihat dunia melalui lensa unik, perpaduan antara visual yang tajam dan narasi yang mendalam. Ia telah membuktikan konsistensinya di dunia literasi dengan novel pertamanya, RESONANSI (2024).

Perjalanan kreatifnya dilatarbelakangi kala ia melanjutkan studi di bidang Film dan Televisi, pendidikan ini secara signifikan mempengaruhi gaya penulisannya, yang kental dengan prosa liris, atmosfer sinematik, dan struktur cerita yang terperinci.

Pembaca yang ingin mengikuti perjalanan atau berinteraksi langsung dengan penulis dapat menemukannya di Wattpad, GWP (Gramedia Writing Project) dan Instagram dengan satu username yang seragam: @dickyackbar.

Kawan Pena Penulis

Tempat bagi para penulis pemula maupun berpengalaman belajar bersama dan meningkatkan kemampuan menulis. Yuk, kita belajar menulis bersama dan berbagi inspirasi melalui kata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *