Creative Writing

Menjelajahi Apa Itu Karya Fiksi: Unsur hingga Jenisnya 

Sebagai penulis, kamu pasti tidak asing lagi dengan karya fiksi. Namun, kamu pasti pernah kesulitan untuk mengetahui apa itu karya fiksi, unsur-unsur karya fiksi, dan jenis-jenis karya fiksi. 

Saya pun dulu seperti itu. Kamu tidak perlu khawatir lagi. Artikel ini akan mengenalkanmu terhadap karya fiksi.

Apa Itu Karya Fiksi?

Karya fiksi sama dengan karya sastra. Menurut Henry Guntur Tarigan, karya fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi penulis.

Krismarsanti mengatakan bahwa karya fiksi adalah karangan yang berisi kisah atau cerita yang dibuat berdasarkan khayalan atau imajinasi pengarang.

Melalui pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa sastra atau karya fiksi adalah cerita yang berisi kisah dan karya yang bersumber dari imajinasi penulis.

Setelah mengetahui pengertian karya fiksi lantas apa unsur-unsur karya fiksi? 

Unsur-unsur Karya Fiksi

Saat menulis cerita fiksi, kamu pasti tertarik terhadap beberapa hal yang terkandung dalam cerita, seperti tokoh dan karakter cerita, latar, alur serta tema cerita. Hal-hal inilah yang disebut sebagai unsur cerita.

Unsur cerita berguna untuk membentuk cerita, menghidupkan cerita, dan mempermanis cerita. Berikut ini unsur-unsur karya fiksi:

1. Tokoh Cerita

Tokoh cerita merupakan para tokoh yang ada dalam cerita karya fiksi. Tokoh-tokoh dibedakan menjadi dua bagian.

Pertama, berdasarkan perannya, yakni tokoh yang berperan sebagai tokoh utama dan tokoh yang berperan sebagai pendukung.

Kedua, berdasarkan karakternya, yakni tokoh antagonis yang memiliki karakter jahat dan tokoh protagonis yang memiliki karakter baik.

2. Latar Cerita

Latar cerita merupakan tempat dan waktu berlangsungnya cerita. Tempatnya dapat terjadi di rumah, sekolah, jalanan, atau tempat-tempat yang memiliki sejarah, sedangkan untuk waktu cerita dapat terjadi di pagi hari, siang, atau malam hari.

Selain itu, dapat juga terjadi pada zaman dulu, zaman sekarang atau zaman yang akan datang.

3. Alur Cerita

Alur cerita dalam karya fiksi disebut juga dengan plot. Plot berisi rangkaian peristiwa mulai awal hingga akhir cerita. Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), alur merupakan rangkaian peristiwa yang direka atau dijalin dengan seksama dan menggerakkan jalan cerita melalui kerumitan ke arah klimaks dan penyelesaian.

Alur cerita dibedakan atas tiga macam:

  • Alur maju adalah alur yang diawali kejadian masa sekarang dengan konflik ringan hingga pada bagian tengah sebagai puncak konflik.
  • Alur mundur adalah alur yang diawali masa lalu dari kehidupan para tokoh dan diakhiri dengan konflik pada masa sekarang.
  • Alur campuran (maju-mundur) adalah alur yang terdiri dari kejadian masa lampau dan masa kini yang dialami oleh para tokoh.

4. Tema Cerita

Menurut KBBI, tema merupakan pokok pikiran atau dasar cerita yang (dipercakapkan, dipakai sebagai dasar mengarang). Tema cerita, seperti kerinduan, kekeluargaan, dan kemarahan atau hal-hal yang disukai penulis. Setelah mengetahui unsur-unsur karya fiksi, saya akan memperkenalkan jenis-jenis karya fiksi.

Jenis-jenis Karya Fiksi

Karya fiksi memiliki berbagai jenis. Berikut ini, jenis-jenis karya fiksi:

1. Fabel

Fabel adalah cerita yang memuat perilaku manusia, tetapi ditokohi oleh hewan-hewan. Jenis karya sastra yang satu ini lebih memfokuskan pada hewan-hewan yang berada di sekitar kita yang memiliki kehidupan layaknya manusia. Uniknya hewan-hewan ini berbicara menggunakan bahasa manusia.

2. Legenda

Legenda atau disebut juga dengan cerita rakyat. Jenis karya fiksi yang stau ini sering dikaitkan dengan kejadian mistis atau keajaiban yang berada pada suatu daerah. Namun, walaupun seiring dikaitkan dengan keajaiban pada suatu daerah, cerita ini sering dianggap sebagai dongeng.

3. Mite

Mite berisi tentang kisah-kisah dewa dan manusia setengah dewa. Jika dilihat sekilas, mite memang hampir sama dengan legenda, tetapi mite lebih sakral. Cerita ini dianggap benar bagi orang yang mempercayainya, tetapi dianggap mitos bagi orang yang tidak mempercayai cerita ini.

4. Sage

Sage adalah cerita kuno yang memuat kisah-kisah perjuangan. Fiksi ini berhubungan dengan sejarah. Cerita ini fokus pada latar di masa lampau. Namun, seperti namanya cerita ini tidak semua benar adanya dan beberapa tokoh hanyalah khayalan belaka.

5. Parabel

Parabel adalah cerita fiksi yang memiliki nilai kebenaran, pesan moral, dan ajaran agama yang disampaikan melalui metafora.Karya sastra ini sering dijadikan pembelajaran sekolah dasar karena menarik sehingga pesan-pesan yang terkandung dalam cerita dapat disikapi peserta didik dengan baik.

6. Novel dan Cerpen

Novel adalah karya fiksi yang memiliki jumlah kata yang banyak. Alur cerita yang lebih panjang dan cenderung kompleks. Cerpen memiliki jumlah kata lebih sedikit dibandingkan dengan novel. Cerpen atau cerita pendek hanya berisi kisah singkat dalam satu kejadian.

Jadi, apa itu karya fiksi? Karya fiksi itu sebenarnya sebuah karya unik berasal dari imajinasi penulis dengan unsur-unsur yang membangun cerita. Jenis-jenisnya pun bergaam, mulai dari fabel, mite, cerpen, hingga novel . Saya berharap setelah membaca artikel ini pengetahuanmu tentang karya fiksi semakin bertambah. Selain itu, kemampuan menulis fiksimu semakin bagus.

Referensi

www.gramedia.com/best-seller/jenis-cerita-fiksi/

kbbi.web.id/tema.html

kbbi.web.id/alur

akupintar.id/belajar/-/online/materi/modul/8/bahasa-indonesia/mengulas-karya-fiksi/mengenal-karya-fiksi/143229591

Penulis

Cindy May Siagian, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jambi, angkatan 25. Gemar menulis fiksi dan nonfiksi. Beberapa karya tulis telah dimuat di laman redaksi. Dapat ditemui melalui Instagram @la_bel2e

Kawan Pena Penulis

Tempat bagi para penulis pemula maupun berpengalaman belajar bersama dan meningkatkan kemampuan menulis. Yuk, kita belajar menulis bersama dan berbagi inspirasi melalui kata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *