Tata Bahasa

Semantik: Lapisan Makna Mulai dari Leksikal hingga Kontekstual

Belajar semantik itu mirip seperti mencari kunci mobil di tas yang padat akan barang bawaan. Kamu tahu kuncinya ada di dalam, bentuknya jelas, tetapi saat tangan kamu masuk malah ketemu lipstik, parfum, dan gantungan tas berbentuk kapibara.

Nah, makna kata juga seperti itu. Agaknya sederhana. Tinggal buka kamus dan selesai. Namun, begitu ditelusuri ternyata ada lapisanlapisan makna yang membuat kita harus lebih teliti.

Ada makna leksikal, gramatikal, sampai konotatif yang mampu mengubah makna dari setiap kata yang ada. Oleh karena itu, kamu harus tahu apa saja penjelasan dari setiap makna semantik. Baca sampai akhir, ya!

Apa Itu Semantik dalam Bahasa Indonesia?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), semantik adalah ilmu yang mempelajari makna kata dan kalimat serta seluk-beluk dan pergeseran arti kata; bagian struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan atau struktur makna suatu wicara.

Nah, kita sudah selesai membahas semantik. Selanjutnya, kita akan mempelajari apa saja jenis-jenis makna kata. 

Jenis-jenis Makna Kata

Apa saja jeni-jenis makna dalam Bahasa Indonesia? Jenis makna sangat beragam. Setiap makna, berbeda dengan makna yang lain. Saya sudah merangkum jenis-jenis makna dan contoh-contohnya.

1. Makna Leksikal

Berdasarkan KBBI, leksikal dimaknai sebagai makna yang berkaitan dengan kata; berkaitan dengan leksem; berkaitan dengan kosakata. Artinya bahwa makna leksikal, makna yang berhubungan langsung dengan suatu kata tanpa ada unsur lain yang mempengaruhi.

Selain itu, makna ini sering disebut makna kata yang sesuai KBBI.

Contoh:

Ayah adalah orang tua kandung laki-laki; bapak

2. Makna Gramatikal

Ernawati Waridah dalam bukunya EYD & Seputar Kebahasaan Indonesia mengatakan bahwa makna gramatikal merupakan makna kata setelah kata tersebut mengalami proses pengimbuhan, pengulangan, atau pemajemukan. 

Makna gramatikal dapat dimaknai sesuai dengan struktur kalimat yang terikat dengan suatu kalimat.

3. Polisemi

Polisemi adalah kata atau frasa yang memiliki makna ganda atau banyak makna.

Contoh:

Mata yang memiliki makna anggota tubuh, pancaindra, dan mata rantai serta mata pencaharian.

4. Homonim

Homonim adalah dua kata atau lebih. Pelafalan dan pengejaan sama, tetapi makna berbeda. 

Contoh:

Bisa dapat dimaknai sebagai racun dari hewan berbisa atau kesanggupan atau dapat.

Tahukah kamu, ternyata kata berhomonim berdekatan dengan kata homofon, homograf, dan hipernim serta hiponim.

  • Homofon merupakan kata yang memiliki perbedaan tulisan dan makna, tetapi memiliki pelafalan yang sama. Contohnya, bank adalah lembaga keuangan,, sedangkan bang penyebutan kepada saudara laki-laki.
  • Homograf merupakan kata yang memiliki perbedaan lafal dan makna, tetapi penulisan sama. Contohnya, apel berarti nama buah, sedangkan apel, yaitu upacara.
  • Hipernim merupakan kata yang memiliki makna umum atau yang lebih luas dan dapat mencangkup banyak kata. Contohnya, kata hewan, seperti gajah, kapibara, dan trenggiling serta hewan lainnya.
  • Hiponim merupakan kata yang memiliki makna khusus. Contohnya, Balige termasuk dalam makna kata kota di Indonesia.

5. Makna Denotatif

Makna denotatif adalah makna yang sebenarnya yang mengacu pada kata tanpa adanya unsur lain yang mempengaruhi. 

Contoh:

Pak Adi menggembalakan kambing hitamnya di lapangan rumput. Kambing hitam yang dimaksud, ya kambing berwarna hitam. Bukan orang yang dipersalahkan.

6. Makna Konotatif

Makna konotatif adalah makna yang bukan sebenarnya atau kiasan dan menjadi lawan kata dari makna denotatif. 

Contoh:

Rani menjadi kambing hitam dalam masalah itu. Maksud kambing hitam pada konteks ini adalah orang yang dipersalahkan.

7. Makna Lugas

Kata lugas dalam KBBI dimaknai sebagai pokok-pokok saja; bersifat seperti apa adanya; tidak berbelit-belit; tidak bersifat pribadi; objektif. Melalui pengertian ini, makna lugas dapat dimakna juga sebagai makna yang sesuai dengan kata rujukannya.

Contoh:

Bibiku membawa buah-buahan saat mengunjungi kami. Buah-buahan merupakan contoh kata lugasnya. Buah-buahan berarti berbagai jenis buah, seperti persik, mangga, dan jeruk serta jenis buah yang lain.

8. Makna Kiasan

Makna yang bermakna tidak sebenarnya atau tidak merujuk pada kata, tetapi merujuk pada konteks yang dibicarakan. Biasanya sering digunakan dalam menulis tulisan fiksi, seperti puisi, cerpen, dan lain-lain.

Contoh:

Besar kepala (sombong).

9. Makna kontekstual 

Makna kontekstual adalah makna yang ditentukan atau merujuk ada situasi yang terjadi. 

Contoh:

Vani sedang merangkai kata (menulis kata).

Eksplorasi Semantik dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui makna leksikal hingga kontekstual, semantik mengajarkan kita bahwa kata-kata adalah pengetahuan yang membantu kita dalam kehidupan. Lalu, saat kita memahami jenis-jenis makna ini, kita menjadi lebih efektif dalam menyampaikan pesan.

Mari kita eksplorasi semantik ini dalam kehidupan sehari-hari! Semoga setelah kamu memahami artikel ini pengetahuan kamu semakin bertambah.

Referensi

www.detik.com/edu/detikpedia/d-6888304/apa-itu-makna-gramatikal-pengertian-dan-contohnya

kbbi.web.id/

mijil.id/t/jenis-makna-semantik/3321

bagawanabiyasa.wordpress.com/2013/05/31/jenis-jenis-makna-dan-perubahannya/

Penulis

Cindy May Siagian, pengarang fiksi dan penulis nonfiksi. Beberapa karyanya telah dimuat di berbagai redaksi. Ia menghadirkan tulisan yang menghibur dan memberi ruang refleksi bagi pembaca. Terhubung dan ikuti karyanya melalui akun Instagram @la_bel2e untuk menikmati ragam tulisannya.

Kawan Pena Penulis

Tempat bagi para penulis pemula maupun berpengalaman belajar bersama dan meningkatkan kemampuan menulis. Yuk, kita belajar menulis bersama dan berbagi inspirasi melalui kata!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *