Anotasi Pembacaan Novel Insecure Karya Seplia: From Insecure to Secure
Tidak ada manusia yang sempurna. Kalimat yang dapat menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki rasa insecure-nya masing-masing.
Insecure dan secure. Dua kata yang memiliki arti yang berbeda. Semakin insecure semakin kamu sakit. Semakin pula tidak mengenal diri sendiri. Berujung meratapi diri dan semakin buruk dari hari ke hari.
Hal-hal yang Membuat Insecure
“Aku punya kedua orang tua, tetapi kenapa aku yang tertinggal? Aku selalu terluka di tengah-tengah keluargaku, keluargaku kaya, tetapi aku selalu merasakan kesakitan.”
Beragam pertanyaan dan gugatan yang membuat pikiran semakin berisik berujung pada rasa insecure yang semakin bertumbuh.
Insecure akan tetap selalu ada pada diri seseorang, jika orang tersebut tidak dapat atau tidak mau mengubah cara berpikirnya. Akan tetapi, jangan terlalu fokus dan mengkhawatirkan rasa insecure dalam diri, karena itu bukan sesuatu yang mematikan. Lantas bagaimana mengubah from insecure to secure?
Kenali Apa Penyebab dari Insecure
Insecure dapat muncul dari penerimaan dengan tidak baik terhadap suatu hal. Baik dari orang terdekat, seperti keluarga, sahabat, dan teman maupun dari orang-orang yang kamu lihat pertama kali. Insecure dapat berubah ke secure dengan mengetahui apa penyebab insecure.
Contohnya, saat teman sekelas kamu dulu berkuliah di universitas top ten sementara kamu kuliah di universitas yang tidak terkenal. Sampai-sampai kamu mendefinisikan kebahagiaannya menjadi kebahagiaanmu.
Jadikan Insecure Menjadi Secure
Ubah diri dengan baik. Jika kehidupan yang bahagia menjadi alasannya maka jangan jadikan kebahagiaan orang lain menjadi definisi kebahagiaanmu. Ciptakan definisi kebahagiaan sendiri. Kunci utama dari insecure ke secure, yaitu fokus pada diri sendiri.
Semua usaha yang kamu lakukan untuk mengubah diri menjadi lebih baik akan sia-sia jika masih tetap memikirkan orang lain. Lebih baik jangan memulai jika belum sanggup melepaskan rasa sakit.
Insecure itu bisa saja datang kembali jika kamu goyah terhadap pendirian sendiri. Ingat bisa membandingkan diri dengan orang lain agar menjadi lebih baik dari diri yang dulu. Akan tetapi, jadilah dirimu sendiri walaupun sudah berhasil mengubah insecure menjadi secure. Jangan jadi orang lain karena satu orang berbeda dengan orang lain dan tidak pernah sama.
Penulis
Cindy May Siagian, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Jambi, angkatan 25. Gemar
menulis fiksi dan nonfiksi. Beberapa karya tulis telah dimuat di laman redaksi. Dapat ditemui
melalui Instagram @la_bel2e
